Pemerintah Kota Palu menandatangani nota kesepahaman dengan lembaga nirlaba asal Jepang, Sasakawa Peace Foundation, untuk mendorong pembangunan ekonomi inklusif dan memperkuat ketahanan masyarakat. Penandatanganan MoU tersebut disaksikan Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman. Kerja sama ini mencakup peningkatan pemahaman soal ekonomi inklusif hingga kolaborasi berkelanjutan pascabencana.
PALU — Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menegaskan percepatan pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi syarat utama agar program pembangunan berjalan efektif dan menyentuh seluruh lapisan warga.
"Percepatan pembangunan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Kita membutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak," kata Hadianto di Palu, Senin.
Pernyataan itu disampaikan usai penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkot Palu dan Sasakawa Peace Foundation (SPF). Turut menyaksikan Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman.
MoU tersebut mengatur tiga fokus utama kerja sama. Pertama, mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif di Kota Palu. Kedua, meningkatkan pemahaman mengenai ekonomi inklusif di kalangan pemangku kepentingan daerah.
Ketiga, memperkuat ketahanan masyarakat Kota Palu melalui kolaborasi yang berkelanjutan. Sasakawa Peace Foundation sendiri merupakan yayasan swasta asal Jepang yang berfokus pada promosi perdamaian internasional, kerja sama regional, dan pembangunan berkelanjutan.
Wali Kota menyebut pembangunan Kota Palu membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Mulai dari pemerintah, masyarakat, komunitas, dunia usaha, akademisi, hingga kelompok sosial.
Kolaborasi itu dinilai penting untuk memperkuat berbagai upaya pembangunan daerah. Terutama dalam pengembangan ekonomi dan peningkatan kapasitas masyarakat.
Pemkot Palu memiliki pengalaman panjang dalam membangun kembali daerah setelah bencana. Pengalaman itu menjadi salah satu alasan mengapa kerja sama dengan lembaga internasional terus diperluas.
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengapresiasi upaya Pemkot Palu dalam membangun kembali daerah pascabencana. Menurutnya, apa yang dilakukan Palu sudah menjadi warisan dan inspirasi.
"Saya bilang ini sudah menjadi legacy dan telah menginspirasi. Seharusnya ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain bagaimana menangani bencana dengan daya juang yang kuat," katanya.
Bagus menegaskan pemerintah pusat akan terus mendukung pemerintah daerah. Dukungan itu diwujudkan melalui kebijakan yang mampu memperkuat pertumbuhan dan pengembangan UMKM.
"Pemerintah pusat tentu akan terus mendukung pemerintah daerah dalam menghadirkan kebijakan yang mampu mendorong tumbuh kembang UMKM," tambahnya.
Pengalaman Kota Palu menghadapi dan bangkit setelah bencana dinilai dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain. Khususnya dalam membangun kembali perekonomian dan memperkuat ketahanan masyarakat.
Kerja sama dengan SPF diharapkan mempercepat transfer pengetahuan soal ekonomi inklusif. Termasuk bagaimana melibatkan kelompok rentan dalam aktivitas ekonomi daerah.
Pemkot Palu belum merinci jadwal program turunan dari MoU tersebut. Namun kolaborasi ini menandai langkah lanjutan Palu dalam membuka kerja sama internasional untuk pembangunan daerah.