Gubernur Sulteng Dorong UMKM Naik Kelas Tembus Pasar Global, Andalkan Kelapa hingga Tuna

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Rabu, 30 September 2026 | 15:13:01 WIB
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyampaikan dorongan agar UMKM daerah naik kelas menembus pasar global.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mendorong pelaku UMKM di daerah itu naik kelas menjadi eksportir dan menembus pasar global. Sejumlah komoditas Sulteng sudah lebih dulu menembus pasar luar negeri, mulai dari kelapa bulat 39,15 juta kilogram ke Tiongkok, Thailand, Hong Kong, dan Vietnam, hingga durian Parigi Moutong 8.162,7 ton ke Tiongkok. Anwar berharap capaian itu memantik pelaku usaha lain berani menatap pasar internasional.

PALU — Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyatakan UMKM tidak boleh dipandang sebelah mata. Pernyataan itu disampaikannya di Palu saat menyoroti peluang ekspor yang sudah terbuka bagi sejumlah komoditas daerah.

Menurut Anwar, Sulawesi Tengah punya potensi komoditas beragam, mulai dari kelapa, durian, kakao, sarang burung walet, hingga produk perikanan seperti tuna dan kepiting bakau. Keragaman itu dinilainya menjadi modal untuk memperluas basis pelaku ekspor di kabupaten dan kota.

Kelapa Bulat Kuasai Pasar Tiongkok hingga Vietnam

Data Badan Karantina Indonesia periode Januari-September 2026 mencatat ekspor kelapa bulat Sulawesi Tengah mencapai 39,15 juta kilogram ke Tiongkok, Thailand, Hong Kong, dan Vietnam. Ekspor bungkil kelapa pada periode yang sama mencapai 8,98 juta kilogram ke India.

Dari sektor perikanan, kerang dara tercatat 60.310 kilogram dan ikan tuna sebanyak 23.676 kilogram. Durian asal Kabupaten Parigi Moutong juga telah menembus pasar Tiongkok dengan volume 8.162,7 ton.

Jalur Penerbangan Palu-Guangzhou Jadi Konektivitas Baru

Anwar berharap akses menuju pasar internasional semakin terbuka lewat tersedianya jalur penerbangan Palu-Guangzhou, China. Penerbangan itu dinilainya dapat menjadi akses baru yang mendukung konektivitas produk Sulawesi Tengah dengan pasar global.

“Kalau UMKM berani (ekspor), Insya-Allah Sulteng ini maju. Semoga ekspor kita akan semakin lebih mudah lagi,” ujar Anwar.

MoU Karantina dan Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Ekspor

Penguatan ekosistem ekspor Sulawesi Tengah juga didukung penandatanganan nota kesepahaman antara Badan Karantina Indonesia dan Kementerian UMKM. Kerja sama serupa melibatkan Badan Karantina, Kementerian UMKM, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong.

Selanjutnya, penandatanganan MoU hilirisasi empat komoditas unggulan Sulawesi Tengah menjadi bagian upaya meningkatkan nilai tambah produk daerah. Anwar menilai penguatan akses pasar, konektivitas, dan kerja sama lintas sektor itu bakal membuka lebih banyak peluang bagi UMKM Sulawesi Tengah untuk berkembang.

“UMKM tidak boleh dipandang sebelah mata,” kata Anwar, yang berharap keberanian menembus pasar global menular ke lebih banyak pelaku usaha daerah.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top