Pemkot Palu Libatkan Siswa 3 SMP Edukasi Kependudukan dan Lingkungan Lewat Program Siswaku

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:06:31 WIB
Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin berbicara dalam kegiatan edukasi kependudukan dan lingkungan bagi siswa SMP di Palu.

Pemerintah Kota Palu melibatkan pelajar dari tiga sekolah menengah pertama dalam edukasi kependudukan dan wawasan lingkungan melalui program Transformasi Sekolah Siaga Kependudukan Berwawasan Lingkungan (Siswaku). Program ini menyasar SMP Negeri 6 Palu, SMP Negeri 8 Palu, dan SMP Al-Azhar Mandiri Palu sebagai proyek perubahan Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVII Tahun 2026. Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin menyebut pendekatan kepada generasi Z tidak bisa lagi dilakukan dengan cara konvensional.

PALU — Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin menilai keterlibatan siswa SMP dalam program Siswaku sebagai langkah strategis. Menurut dia, generasi muda saat ini membutuhkan pendekatan yang berbeda dalam menerima informasi dan pembelajaran.

Pendekatan langsung ke lapangan dinilai lebih efektif dibanding metode ceramah. Pengetahuan yang diperoleh siswa tidak berhenti pada tataran teori, tetapi juga dipahami melalui praktik.

Mengapa Siswa SMP Jadi Sasaran Program

Imelda menjelaskan alasan pemilihan siswa SMP sebagai peserta utama program. Menurut dia, pendekatan konvensional tidak lagi efektif untuk kelompok usia tersebut.

"Kenapa kita menggandeng siswa SMP? Karena kalau kita turun ke lapangan dan hanya mendoktrin, itu tidak masuk. Mereka adalah generasi Z yang membutuhkan penanganan dan cara penyampaian yang berbeda," kata Imelda di Palu, Kamis.

Sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemkot Palu, kata dia, mulai melibatkan mahasiswa dan anak muda dalam berbagai kegiatan. Tujuannya memberi pengalaman langsung agar mereka memahami perbedaan antara teori dan praktik di masyarakat.

Tiga Sekolah dan Gagasan di Baliknya

Program Siswaku melibatkan SMP Negeri 6 Palu, SMP Negeri 8 Palu, dan SMP Al-Azhar Mandiri Palu. Program ini merupakan proyek perubahan dalam Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVII Tahun 2026 yang digagas Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kota Palu Ridwan Mustapa.

Imelda mengapresiasi inovasi tersebut sebagai bentuk transformasi edukasi di lingkungan sekolah. Menurut dia, program itu dapat menjadi inovasi yang diterapkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai kependudukan dan lingkungan.

"Alhamdulillah, Pak Kadis dengan proyek perubahannya telah membuat suatu inovasi transformasi di sekolah. Ini sesuatu yang berbeda dan saya yakin belum ada. Benar-benar ini inovasi yang baik dan bisa kita terapkan," ujarnya.

Harapan agar Program Dikembangkan hingga SD

Imelda berharap program Siswaku tidak berhenti di jenjang SMP. Menurut dia, program ini bisa dikembangkan hingga tingkat sekolah dasar agar pemahaman mengenai kependudukan dan lingkungan ditanamkan sejak usia dini.

Pemahaman tersebut penting ditanamkan sejak kecil agar hasilnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Ia juga menekankan peran keluarga dalam pendidikan anak.

Pembentukan karakter dan pemahaman anak terhadap persoalan kependudukan serta lingkungan, kata dia, tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan pemerintah. Lingkungan keluarga menjadi titik awal yang menentukan.

Forum Genre Jadi Wadah Pelibatan Anak Muda

Selain lewat sekolah, pelibatan generasi muda dilakukan melalui Forum Generasi Berencana (Genre). Forum ini melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah, termasuk Dinas P2KB.

Menurut Imelda, Forum Genre dapat menjadi wadah bagi anak muda untuk terlibat dalam kegiatan masyarakat. Mereka memperoleh pemahaman mengenai proses tumbuh dan berkembang anak serta kehidupan sosial.

"Anak-anak muda kita libatkan turun ke masyarakat, sehingga mereka lebih memahami bagaimana anak-anak tumbuh dan berkembang," ujarnya.

Ia berharap Siswaku menjadi model inovasi yang terus dikembangkan. Dampaknya diharapkan terlihat pada peningkatan pemahaman peserta didik mengenai kependudukan, keluarga, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top