SULAWESI TENGAH — Harga smartphone di India dan pasar global naik akibat biaya memori dan komponen yang meningkat. Meski begitu, sejumlah merek besar seperti OnePlus, Redmi, Motorola, dan Realme masih menjual ponsel berkapasitas 256GB di bawah Rs 30.000. Pilihan itu mencakup Realme P4 Power 5G, Redmi Note 15 SE 5G, Motorola Edge 70 Fusion, Vivo T5 Lite 5G, dan OnePlus Nord CE 6 Lite.
Kenaikan harga memori dan komponen membuat banyak pabrikan menaikkan banderol ponsel barunya. Namun, segmen di bawah Rs 30.000 di India tetap ramai dengan perangkat yang menawarkan penyimpanan internal 256GB. Merek-merek yang bermain di kelas ini antara lain OnePlus, Redmi, Motorola, dan Realme.
Selain kapasitas penyimpanan besar, ponsel-ponsel tersebut umumnya dibekali baterai jumbo, layar dengan refresh rate tinggi, dan chipset mid-range yang mumpuni. Kombinasi ini menjadikannya pilihan masuk akal bagi pengguna yang butuh ruang luas untuk foto, video, dan aplikasi tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Realme P4 Power 5G masuk dalam daftar ponsel 256GB yang dijual di bawah Rs 30.000. Ponsel ini menyasar pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai dan kapasitas penyimpanan lega. Namanya yang menyertakan "Power" mengisyaratkan fokus pada ketahanan pemakaian harian.
Redmi Note 15 SE 5G melengkapi jajaran ponsel 256GB di segmen harga tersebut. Seri Note dari Redmi dikenal sebagai lini andalan di kelas menengah, dan varian SE biasanya menawarkan spesifikasi yang sedikit disesuaikan dengan harga lebih kompetitif.
Motorola Edge 70 Fusion hadir sebagai opsi lain dengan penyimpanan 256GB. Lini Edge dari Motorola umumnya menonjolkan desain dan pengalaman layar, meski versi Fusion biasanya diposisikan di bawah model flagship.
Vivo T5 Lite 5G termasuk dalam seleksi ponsel 256GB di bawah Rs 30.000. Seri T dari Vivo menyasar pengguna muda yang aktif dan menginginkan konektivitas 5G dengan harga terjangkau.
OnePlus Nord CE 6 Lite menutup daftar pilihan ini. Lini Nord CE dari OnePlus selama ini dikenal sebagai jajaran menengah yang menawarkan pengalaman perangkat lunak cukup bersih dibanding kompetitornya.
Kenaikan harga memori global membuat produsen lebih selektif dalam menentukan konfigurasi penyimpanan. Alih-alih menaikkan harga, banyak merek memilih mempertahankan kapasitas 256GB sebagai nilai jual utama di kelas menengah.
Bagi pengguna di Indonesia, tren ini relevan karena beberapa merek tersebut juga aktif di pasar lokal. Kapasitas 256GB kini dianggap cukup untuk kebutuhan sehari-hari tanpa harus bergantung pada kartu microSD.
Ponsel-ponsel ini paling cocok untuk pengguna yang menginginkan penyimpanan besar, baterai awet, dan performa mid-range tanpa harga premium.