Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, memperkuat pendampingan ke pemerintah desa untuk mengoptimalkan pengurangan sampah melalui TPS 3R dan bank sampah. Pendampingan menyasar penguatan kelembagaan, edukasi lingkungan, hingga tata cara pengolahan sampah berbasis prinsip 3R. Timbulan sampah di Sigi tercatat 135,09 ton per hari.
SIGI — Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sigi Heru Murtanto menyatakan pendampingan di tingkat desa jadi kunci pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Pendampingan menyasar Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di sejumlah desa.
"Jadi, pendampingan ini meliputi penguatan kelembagaan, edukasi lingkungan, hingga tata cara pengolahan sampah yang berpedoman pada prinsip 3R," kata Heru di Bora.
Menurut Heru, pendampingan difokuskan pada dua dampak utama: lingkungan dan ekonomi. Keduanya jadi tolok ukur keberhasilan program di tiap desa.
Dari sisi lingkungan, penerapan sistem 3R dinilai mampu menekan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pemilahan sejak dari sumber jadi langkah awal yang didorong ke kelompok pengelola desa.
"Untuk sisi lingkungan, penerapan sistem 3R yang bisa menekan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)," ucapnya.
Sementara dari sisi ekonomi, sampah yang telah dipilah dan diolah berpotensi memiliki nilai tambah. Hasilnya bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi kelompok pengelola di masing-masing desa.
Heru menyebut pendampingan ini bagian dari gerakan Pemkab Sigi, Pakagali Pakagaya Ngata. Program inovasi daerah itu bertujuan membangun budaya bersih dan sehat mulai dari tingkat desa.
"Tentunya program ini sejalan dengan gerakan Pemkab Sigi, yakni Pakagali Pakagaya Ngata yang merupakan program inovasi daerah bertujuan membangun budaya bersih dan sehat dari tingkat desa," sebutnya.
Pendekatan dari desa dinilai lebih efektif karena warga terlibat langsung dalam pemilahan dan pengolahan. Kelompok pengelola di tiap desa jadi ujung tombak operasional TPS 3R dan bank sampah.
Timbulan sampah di Kabupaten Sigi mencapai 135,09 ton per hari. Angka itu menunjukkan beban pengelolaan yang harus ditangani setiap hari oleh pemerintah daerah bersama desa.
Saat ini sudah tersedia lima TPS 3R dan lima bank sampah unit di Kabupaten Sigi. Keduanya menjadi infrastruktur utama dalam penerapan prinsip 3R di tingkat desa.
Dengan pendampingan yang berjalan, DLH Sigi berharap volume sampah yang dibuang ke TPA terus berkurang. Penguatan kelembagaan di desa jadi prasyarat agar program tidak berhenti di seremonial.