Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tengah melaksanakan serangkaian pelatihan vokasi untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan sumber daya manusia di daerah itu, mencakup peracikan minuman kopi, teknisi AC residential, hingga servis sepeda motor injeksi. Pelatihan menyasar kebutuhan dunia usaha dan dunia industri yang dinilai semakin dinamis. Kegiatan berlangsung di Palu dengan melibatkan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Makassar serta Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Palu.
PALU — Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tengah Richard Arnaldo menyatakan pelatihan vokasi menjadi salah satu bentuk komitmen dan sinergi dalam meningkatkan kompetensi, keterampilan, dan produktivitas masyarakat di provinsi itu. Pernyataan disampaikan di Palu, Selasa.
Menurut Richard, perkembangan kebutuhan dunia kerja dan dunia industri yang semakin dinamis menuntut sumber daya manusia memiliki keterampilan dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Pelatihan vokasi disiapkan untuk mempersiapkan tenaga kerja kompeten sekaligus membuka peluang masyarakat mengembangkan usaha secara mandiri.
Disperindag Sulteng melalui Bidang Pembangunan Sumber Daya Industri bekerja sama dengan Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Palu melaksanakan kegiatan Tailor Made Training Batch 3 berupa pelatihan peracikan minuman kopi kelas II dan kelas III.
Pelatihan peracikan minuman kopi dinilai relevan dengan potensi komoditas kopi yang dimiliki Sulawesi Tengah. Kopi tidak hanya bernilai sebagai komoditas pertanian, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi berbagai peluang usaha dan sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
Selain peracikan kopi, Disperindag Sulteng telah melaksanakan pelatihan peracikan minuman kopi Kelas I, pelatihan teknisi AC residential, serta pelatihan teknik dasar servis sepeda motor injeksi. Ketiga jenis keterampilan itu menyasar sektor jasa yang menyerap banyak tenaga kerja di daerah.
Richard menyampaikan apresiasi kepada Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Makassar dan SPPVP Palu atas komitmen serta kerja sama dalam penyelenggaraan berbagai program pelatihan vokasi di Sulawesi Tengah.
Richard berharap peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh melalui proses belajar, diskusi, bertanya, dan memperbanyak praktik. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Ia meminta para peserta yang telah mengikuti pelatihan memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh untuk memasuki dunia kerja, meningkatkan penghasilan, maupun mengembangkan usaha. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, kata dia, akan terus mendorong peningkatan kompetensi masyarakat melalui program pelatihan yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia industri.
Richard juga berharap kerja sama antara pemerintah daerah, BBPVP Makassar, dan SPPVP Palu dapat terus ditingkatkan agar semakin banyak masyarakat yang memiliki keterampilan, mampu bekerja, membuka usaha, dan menciptakan lapangan kerja.