Pencarian

Barantin Gaet 1.000 UMKM Sulteng Ikut Klinik Ekspor, Durian Beku Tembus China Rp871 Miliar

Selasa, 29 September 2026 • 09:33:01 WIB
Barantin Gaet 1.000 UMKM Sulteng Ikut Klinik Ekspor, Durian Beku Tembus China Rp871 Miliar
Kepala Barantin Abdul Kardi Karding mendeklarasikan Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor dan UMKM di Palu, Sulawesi Tengah, Senin.

Badan Karantina Indonesia (Barantin) mendeklarasikan Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor dan UMKM di Palu, Sulawesi Tengah, Senin, untuk mendorong produk unggulan daerah menembus pasar global. Kepala Barantin Abdul Kardi Karding menyatakan gerakan itu mempertemukan pelaku usaha mikro dan kecil dengan pemerintah pusat serta daerah. Ekspor durian beku Sulteng ke China hingga Agustus 2026 tercatat 8.377 ton senilai Rp871 miliar.

PALU — Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Sulawesi Tengah yang selama ini menjual produk di pasar lokal kini mendapat jalur pendampingan langsung menuju pasar ekspor. Barantin menggandeng Kementerian UMKM, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk menyiapkan mereka naik kelas.

Kolaborasi itu tidak berhenti pada seremoni deklarasi. Setelah acara di Palu, Barantin menjalankan klinik ekspor sebagai tindak lanjut penguatan kelembagaan dan kualitas produk.

Klinik Ekspor Latih UMKM Penuhi Standar Negara Tujuan

Klinik ekspor diarahkan melatih pelaku usaha memenuhi standar karantina dan persyaratan ekspor negara tujuan. Kementerian UMKM mengambil peran dari sisi manajemen, pemberdayaan, hingga akses permodalan.

"Klinik ekspor dimaksudkan untuk mengarahkan atau melatih pelaku usaha memenuhi standar karantina maupun standar ekspor negara tujuan. Lalu, Kementerian UMKM mengambil peran dari sisi manajemen, pemberdayaan hingga akses permodalan," ujar Karding.

Menurut dia, potensi komoditas saja tidak cukup membawa pelaku usaha ke pasar internasional. Produk yang akan diekspor harus lolos aspek kesehatan, keamanan, ketertelusuran, dan ketentuan teknis yang diberlakukan negara tujuan.

Durian Beku Jadi Bukti, Ikan dan Hasil Ternak Menyusul

Durian beku asal Sulawesi Tengah menjadi contoh komoditas hortikultura yang konsisten masuk pasar China. Data Barantin hingga Agustus 2026 mencatat ekspor durian Sulteng ke Negeri Tirai Bambu mencapai 8.377 ton dengan nilai Rp871 miliar.

Karding menyebut pihaknya ingin produk Sulawesi Tengah lebih bervariasi masuk pasar global. Daerah ini dinilai punya beragam potensi yang bisa digenjot ke pasar ekspor, mulai dari komoditas ikan, hewan, hingga tumbuhan.

"Kami mencoba membangun rantai ekspor sejak dari tingkat produksi," ucap Karding.

Karantina Tak Lagi Sekadar Jaga Pintu Masuk

Pendekatan yang dipakai Barantin merupakan bagian dari transformasi peran lembaga itu. Karantina tidak hanya menjalankan fungsi biosecurity di pintu masuk dan keluar, tetapi juga mendampingi pelaku usaha memenuhi persyaratan perdagangan.

"Langkah ini mempertemukan pelaku usaha mikro, usaha kecil, pemerintah pusat, daerah guna menjembatani produk-produk unggulan daerah menembus pasar global," kata Karding dalam kegiatan Deklarasi Perkarantinaan Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor dan UMKM menuju Pasar Global di Palu, Sulteng, Senin.

Dengan gerakan ini, pelaku usaha di Sulawesi Tengah yang selama ini bergantung pada pasar lokal mendapat jalur pendampingan untuk menembus jaringan dagang lintas negara.

Follow www.sultengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks