PALU — Ketua KADIN Parigi Moutong Faradiba Zaenong, Ketua KADIN Poso Andy Abdi Wahid, Ketua KADIN Morowali Tasrun, dan Ketua KADIN Sigi Harry Ramdhani menandatangani kesepakatan bersama Surya Getto selaku perwakilan industri dan hilirisasi. Surya menyebut penandatanganan itu sebagai tahap awal yang akan ditindaklanjuti melalui dokumen teknis dan kerja sama konkret sesuai kebutuhan lapangan.
Hilirisasi diharapkan membangun ekosistem industri yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Tujuannya agar manfaat ekonomi dari komoditas unggulan daerah meningkat.
Es Krim Nambaso Jadi Produk Percontohan
Salah satu bentuk konkret pengembangan hilirisasi yang dirancang adalah mengolah keempat komoditas tersebut menjadi produk es krim Nambaso. Produk itu akan hadir dengan varian rasa durian, kopi, kelapa, dan cokelat.
Pilihan produk olahan itu menunjukkan arah kerja sama yang tidak berhenti di bahan mentah. Durian, kopi, kelapa, dan kakao bakal diolah lebih lanjut sebelum dilempar ke pasar.
Peran KADIN Kabupaten dan Pihak Industri
Faradiba mengatakan KADIN di tingkat kabupaten akan berperan memfasilitasi keterlibatan pelaku usaha, UMKM, produsen, serta rantai pasok bahan baku lokal. Sementara pihak industri berperan menyiapkan teknologi pengolahan, pengembangan produk, pengemasan, standardisasi, strategi pemasaran, hingga membuka akses pasar.
"Penandatanganan ini menjadi titik awal untuk membangun tahapan berikutnya, mulai dari ketersediaan bahan baku, kualitas dan kontinuitas produksi, teknologi pengolahan, investasi, sertifikasi, hingga strategi ekspor," ujar Faradiba.
Ia menyebut kerja sama tersebut menjadi bagian dari momentum "Deklarasi Perkarantinaan: Gerakan 1000 Pengusaha UMKM dari Bumi Tadulako Menuju Pasar Global".
Mengubah Pola Jual Bahan Mentah
Menurut Faradiba, hilirisasi menjadi langkah mendorong perubahan pola usaha dari penjualan bahan mentah menuju pengembangan produk olahan khas Sulawesi Tengah.
"Ini sebuah langkah strategis untuk mengubah paradigma dari sekadar menjual bahan mentah menjadi membangun produk olahan khas Sulteng yang bernilai tambah, memiliki merek kuat, dan berdaya saing global," katanya.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid turut memberikan dukungan terhadap kesepakatan tersebut. Surya menilai keterlibatan gubernur menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap percepatan pembangunan ekosistem industri berbasis komoditas unggulan di Sulawesi Tengah.
Kegiatan itu juga dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido serta Ketua Umum KADIN Sulawesi Tengah Gufran Ahmad.