Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah menyatakan produksi padi di daerah itu relatif aman meski sejumlah wilayah mengalami penurunan debit air akibat kemarau berkepanjangan. Kepala Dinas TPH Sulteng Dodot Tinarso menyebut penurunan produksi saat panen raya tidak signifikan. Dinas mencatat produksi padi Sulteng 2026 diproyeksikan mencapai 803.507 ton gabah kering giling dengan luas panen 173.864 hektare.
PALU — Penurunan debit air terjadi di sejumlah titik, termasuk Kabupaten Banggai dan Donggala. Dinas TPH Sulteng mengandalkan pompanisasi dan alat mesin pertanian untuk memenuhi kebutuhan air tanaman padi di wilayah terdampak.
"Produksi padi Insya-Allah aman. Pada saat panen raya, penurunannya tidak terlalu signifikan," kata Dodot Tinarso di Palu.
Pompanisasi Jadi Andalan di Banggai, Donggala Lebih Sulit Ditangani
Di Banggai, kekeringan masih bisa diatasi lewat pompanisasi. Banyak kelompok tani meminta bantuan pompa saat panen raya berlangsung.
Kondisi berbeda terjadi di Donggala. Dodot menilai penanganan di wilayah itu lebih sulit karena debit air yang tersedia relatif kecil, sementara bantuan pompa dari pemerintah pusat jumlahnya terbatas.
"Kalau Banggai itu masih bisa kita atasi dengan pompanisasi. Banyak kelompok tani yang meminta bantuan pompa pada saat panen raya," ujar dia.
Toili Raya Usulkan Waduk, Diteruskan ke Kementerian PUPR
Masyarakat di wilayah Toili Raya, Kabupaten Banggai, mengusulkan pembangunan waduk sebagai solusi jangka panjang ketersediaan air. Usulan itu telah disampaikan ke pemerintah provinsi untuk diteruskan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Kondisi tanaman padi di Banggai dan Parigi Moutong tergolong aman karena sejumlah wilayah masih mendapat hujan, seperti Kasimbar di Parigi Moutong. Dua kabupaten itu menjadi penyumbang terbesar produksi padi Sulteng.
Jagung di Tojo Una-Una Paling Terdampak, Penyaluran Benih Ditunda
Dampak kekeringan lebih terasa pada tanaman jagung, khususnya di Kabupaten Tojo Una-Una yang sebagian wilayahnya berada di dataran tinggi dan minim hujan. Dinas TPH Sulteng meminta penyaluran benih jagung ditunda hingga cuaca memungkinkan petani menanam.
Dinas juga berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau wilayah yang belum mendapat hujan. Imbauan kepada petani terus disampaikan sebagai langkah antisipasi dampak kekeringan terhadap tanaman pangan.