Pencarian

Pegadaian Raih Bronze Winner IPMA Global Project Excellence Award 2026 di Hiroshima

Selasa, 06 Oktober 2026 • 14:19:31 WIB
Pegadaian Raih Bronze Winner IPMA Global Project Excellence Award 2026 di Hiroshima
PT Pegadaian meraih Bronze Winner kategori PMO pada IPMA Global Project Excellence Award 2026 di Hiroshima, Jepang.

SULAWESI TENGAH — PT Pegadaian (Persero) meraih Bronze Winner kategori Project Management Office (PMO) pada IPMA Global Project Excellence Award 2026 yang digelar di Hiroshima, Jepang, Jumat (18/09). Penghargaan ini menempatkan Pegadaian di posisi tiga besar dari 15 negara terpilih, sekaligus menegaskan kapasitas tata kelola proyek BUMN Indonesia di panggung global. Prestasi tersebut menjadi modal perusahaan mempercepat transformasi bisnis dan memperkuat layanan bagi masyarakat.

Paragraf pembuka: Keberhasilan Pegadaian melaju ke babak final IPMA bukan hasil semalam. Perusahaan yang bergerak di sektor pembiayaan berbasis gadai ini sebelumnya menyabet gelar World's Best PMO atau World Champion 2025 pada ajang PMO Global Awards di Arizona, Amerika Serikat. Dua pengakuan internasional beruntun itu memperlihatkan konsistensi Pegadaian dalam membangun sistem manajemen proyek yang adaptif di tengah perubahan lanskap industri keuangan.

Bersaing Ketat dengan 15 Negara di Hiroshima

Kompetisi IPMA Global Project Excellence Award dikenal sebagai salah satu ajang tata kelola proyek paling bergengsi tingkat dunia. Gelaran 2026 diikuti perusahaan dan organisasi dari berbagai industri lintas negara. Pegadaian mengamankan posisi tiga besar pada kategori PMO Award setelah melewati penilaian ketat dari panel juri internasional.

Sejumlah negara yang masuk seleksi terakhir memiliki rekam jejak panjang dalam standar manajemen proyek global. Pegadaian hadir sebagai perwakilan Indonesia di antara peserta tersebut, membawa portofolio inisiatif strategis yang dinilai mampu menjawab tantangan bisnis sekaligus kebutuhan masyarakat.

Efisiensi dan Akuntabilitas Jadi Nilai Jual

Penilaian juri menyoroti penerapan standar tata kelola proyek Pegadaian yang berdampak langsung pada efisiensi operasional, akuntabilitas, serta percepatan transformasi bisnis perusahaan. Project Management Office (PMO) berperan sebagai pengawal setiap inisiatif strategis, mulai dari perencanaan hingga eksekusi di lapangan.

Bagi perusahaan pembiayaan seperti Pegadaian, disiplin manajemen proyek menentukan kecepatan peluncuran produk dan kualitas layanan ke nasabah. Sistem yang rapi memungkinkan perusahaan menekan pemborosan anggaran, meminimalkan risiko, dan memastikan setiap program tepat sasaran.

Komitmen Pegadaian Setelah Menang

Chief Transformation Officer PT Pegadaian (Persero), Rully Yusuf, menyatakan penghargaan ini tidak membuat perusahaan berpuas diri.

"Pencapaian internasional merupakan apresiasi yang sangat membanggakan bagi Pegadaian, tapi tentunya ini tidak lantas membuat kami cepat berpuas diri. Penghargaan ini justru kami jadikan fondasi dan pemicu komitmen untuk terus melakukan continuous improvement pada sistem project management, dan memastikan setiap inisiatif strategis perusahaan memberikan nilai tambah yang maksimal, tidak hanya bagi korporasi tetapi juga bagi masyarakat luas," tegas Rully.

Rully menempatkan pengakuan internasional sebagai titik awal, bukan garis akhir. Pegadaian akan terus memperbaiki sistem manajemen proyek agar setiap inisiatif strategis memberi dampak nyata, baik bagi kinerja korporasi maupun masyarakat luas sebagai pengguna layanan.

Dampak ke Layanan Ekonomi Kerakyatan

Pegadaian menyasar segmen masyarakat yang sering belum tersentuh layanan perbankan konvensional, mulai dari pedagang kecil, petani, hingga pelaku usaha mikro. Perbaikan tata kelola proyek berdampak pada kecepatan perusahaan menghadirkan produk yang relevan, termasuk layanan gadai, pembiayaan mikro, dan produk berbasis emas.

Keberadaan PMO yang solid memungkinkan Pegadaian mengawal inisiatif strategis secara lebih terukur. Hasilnya, perusahaan optimistis dapat terus mendorong ekonomi kerakyatan sejalan dengan semangat "mengEMASkan Indonesia" yang menjadi arah transformasi perusahaan.

Penutup: Dua penghargaan internasional beruntun menempatkan Pegadaian sejajar dengan perusahaan lain yang mapan dalam tata kelola proyek. Bagi industri BUMN keuangan, capaian ini menjadi tolok ukur bahwa standar manajemen kelas dunia bisa diterapkan dari Indonesia, bukan hanya diadopsi dari luar.

Follow www.sultengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks