Kepolisian Resor Poso memberikan edukasi wawasan kebangsaan, bahaya radikalisme, dan intoleransi kepada pelajar SMA di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Kegiatan menyasar organisasi siswa sebagai agen perdamaian di lingkungan sekolah. Satuan Binmas Polres Poso menekankan pentingnya verifikasi informasi untuk menangkal hoaks dan provokasi di media sosial.
POSO — Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polres Poso menggelar edukasi wawasan kebangsaan bagi pelajar tingkat SMA di Kabupaten Poso. Materi yang disampaikan mencakup bahaya radikalisme, intoleransi, dan ancaman narkotika. Kegiatan menyasar organisasi siswa sebagai perpanjangan tangan menjaga iklim sekolah tetap kondusif dan inklusif.
Kepala Satuan Binmas Polres Poso AKP Andi Cakra menyatakan pemahaman wawasan kebangsaan dan nilai-nilai toleransi menjadi fondasi utama bagi generasi muda di tengah keberagaman masyarakat. Menurutnya, remaja sebagai generasi penerus bangsa harus memiliki wawasan luas karena tantangan bangsa saat ini erat kaitannya dengan kehidupan sosial.
Organisasi Siswa Jadi Agen Perdamaian di Sekolah
Dalam kegiatan latihan dasar kepemimpinan tingkat SMA, Polres Poso menempatkan organisasi siswa sebagai aktor strategis. Peran mereka dinilai krusial untuk menjaga sekolah tetap bebas dari ajakan paham ekstrem. Cakra berharap organisasi siswa dapat menjadi agen pelopor perdamaian yang mengedepankan nilai-nilai Pancasila.
Dampaknya diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah. Menurut Cakra, siswa yang teredukasi bisa membawa pengaruh positif bagi masyarakat luas di Kabupaten Poso.
Verifikasi Informasi Jadi Kunci Tangkal Hoaks
Polres Poso menyoroti maraknya penyebaran propaganda intoleransi dan ajakan kekerasan secara terselubung melalui media sosial. Satuan Binmas merasa berkewajiban memberikan literasi kepada remaja agar cara berpikir mereka lebih kritis dalam menyaring informasi hoaks.
"Kami mengedukasi siswa untuk selalu memverifikasi kebenaran informasi. Sinergi antara Polri, sekolah, dan orang tua sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman," ucap Cakra.
Literasi digital menjadi bagian penting dari edukasi ini. Pelajar didorong tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang memecah belah bangsa.
Polri, Sekolah, dan Orang Tua Diminta Bersinergi
Polres Poso menilai pengawasan tidak bisa hanya bertumpu pada aparat kepolisian. Sekolah dan orang tua diminta mengambil peran aktif dalam mengawal pergaulan remaja. Sinergi tiga pihak itu disebut sebagai kunci menciptakan lingkungan yang aman bagi pelajar di Kabupaten Poso.