Pencarian

Wakil Wali Kota Palu Panen Perdana Tomat Kawatuna, Bukti Palu Mapan Bertahan di Tengah El Nino

Rabu, 07 Oktober 2026 • 09:16:01 WIB
Wakil Wali Kota Palu Panen Perdana Tomat Kawatuna, Bukti Palu Mapan Bertahan di Tengah El Nino
Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin memimpin panen perdana tomat di lahan Program Palu Mapan Kelurahan Kawatuna.

PALU — Panen perdana tomat di lahan Program Palu Mapan Kelurahan Kawatuna menjadi penanda bahwa tekanan perubahan iklim tidak otomatis memutus produksi pangan kota. Tanaman yang mulai ditanam Agustus 2026 itu sudah memasuki masa panen dalam hitungan dua bulan, lebih cepat dari kekhawatiran yang muncul akibat fenomena El Nino.

Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin menyebut hasil tersebut sebagai bukti bahwa pemerintah dan petani bisa beradaptasi. Ia menekankan sikap menyerah bukan pilihan ketika cuaca ekstrem datang.

"El Nino kita tidak boleh menyerah. Karena El Nino itu sesuatu yang pasti terjadi. Kita harus semangat, harus tetap berusaha dan terus berupaya. Alhamdulillah berhasil dengan panen hari ini," kata Imelda saat memimpin panen.

Ketinggian Kawatuna Jaga Kualitas dan Daya Simpan Tomat

Selain soal jumlah, Imelda menyoroti mutu tomat yang dihasilkan dari Kawatuna. Letak lahan di dataran lebih tinggi dinilai memberi keuntungan tersendiri bagi kualitas sekaligus daya simpan hasil panen.

"Kualitasnya bagus, alhamdulillah. Lebih tahan lama karena berada di daerah yang ketinggiannya lebih tinggi," ungkapnya.

Produksi tomat Kawatuna tidak dijual bebas begitu saja. Pemkot Palu mengarahkannya untuk menopang pasokan ke Pasar Masomba, langkah yang disebut bagian dari upaya memperpendek rantai pasok sekaligus menjaga ketersediaan pangan bagi warga.

Palu Mapan Kini Berjalan di Sembilan Kelurahan

Program Palu Mapan (Mandiri, Adaptif, dan Stabilitas Pangan) atau Palu Menanam telah dikembangkan pada sembilan kelurahan. Setiap lokasi menyediakan lahan sekitar satu hektare untuk komoditas pangan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan wilayah masing-masing.

Panen Kawatuna menjadi bagian dari Program Kelurahan Menanam yang dijalankan Pemkot Palu. Program itu menyasar penguatan ketahanan pangan, menjaga ketersediaan komoditas strategis, dan mendukung pengendalian inflasi daerah.

November-Desember Jadi Ujian Berikutnya bagi Stabilitas Harga

Imelda menyebut produksi pangan lokal punya peran strategis menahan gejolak harga. Dua bulan terakhir tahun ini menjadi periode yang perlu diwaspadai karena kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan meningkat.

"Bulan November dan Desember adalah bulan-bulan inflasi. Sehingga kita bisa menekan angka inflasi kita menjadi lebih baik ke depan karena Program Palu Mapan berjalan dengan baik dan selalu kita kawal," jelasnya.

Keberhasilan tomat tidak akan berhenti di satu komoditas. Pemkot Palu berencana melanjutkan pengembangan dan pemanenan komoditas lain di sejumlah lokasi Program Palu Mapan.

"Sekarang tomat dulu yang kita selesaikan untuk panennya. Insyaallah menyusul panen komoditas lainnya," tutur Imelda.

Kegiatan panen dihadiri Pelaksana Harian Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu Moh. Fahri, perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, penyuluh pertanian, camat, lurah, serta sejumlah unsur terkait. Pemkot Palu berharap Program Kelurahan Menanam terus diperluas, membuka peluang ekonomi bagi petani, menjaga pasokan pasar, dan memperkuat pengendalian inflasi di Kota Palu.

Follow www.sultengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sultengraya.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks