Pencarian

6 Pengurus KADIN Sulteng Ikuti PPNK Lemhannas, Gufran Ahmad Tekankan Wawasan Kebangsaan Pengusaha

Kamis, 08 Oktober 2026 • 19:16:01 WIB
6 Pengurus KADIN Sulteng Ikuti PPNK Lemhannas, Gufran Ahmad Tekankan Wawasan Kebangsaan Pengusaha
Ketua Umum KADIN Sulawesi Tengah Gufran Ahmad berfoto bersama pengurus yang mengikuti PPNK Lemhannas RI di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

JAKARTA — Keenam pengurus yang mengikuti PPNK Lemhannas RI adalah Ir. Kristian Seleng, Mujib Abdul Karim, Mashuri A. Rahim, Andi Ahmad, Fais Arfianto, dan Moh. Fadli Panende. Keikutsertaan mereka mendapat apresiasi langsung dari Ketua Umum KADIN Sulawesi Tengah Ir. Gufran Ahmad, yang mengunjungi mereka di Gedung Lemhannas RI, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Bagi Gufran, PPNK bukan sekadar kegiatan peningkatan kapasitas. Kegiatan itu menjadi momentum bagi pengurus KADIN untuk memperluas perspektif mengenai kebangsaan, kepemimpinan, dan tantangan strategis yang dihadapi Indonesia.

Wawasan Kebangsaan Jadi Bekal Wajib Pengusaha

Gufran menilai perkembangan dunia usaha saat ini tidak dapat dipisahkan dari dinamika sosial, ekonomi, politik, geopolitik, dan ketahanan nasional. Karena itu, kemampuan bisnis semata tidak lagi memadai bagi pelaku usaha.

"Pengusaha hari ini tidak cukup hanya kuat secara bisnis. Pengusaha juga harus memiliki wawasan kebangsaan, memahami nilai-nilai kebangsaan dan mampu melihat bagaimana dunia usaha dapat menjadi bagian dari solusi pembangunan bangsa," ujar Gufran.

Dunia usaha, lanjutnya, memiliki posisi strategis dalam memperkuat perekonomian nasional sekaligus menjadi salah satu kekuatan pendukung ketahanan nasional. KADIN Sulteng pun tidak hanya mendorong penguatan kapasitas bisnis para pengurus dan anggotanya, tetapi juga membangun kualitas kepemimpinan yang memiliki perspektif kebangsaan.

"Kami ingin pengusaha Sulawesi Tengah tidak hanya berpikir tentang bagaimana membangun bisnis, tetapi juga bagaimana bisnis tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, membuka lapangan kerja, memperkuat pengusaha lokal dan ikut menjaga kepentingan nasional," katanya.

Mengapa Nilai Kebangsaan Semakin Penting di Tengah Arus Investasi

Penguatan nilai-nilai kebangsaan dinilai semakin penting di tengah derasnya arus investasi, ekspansi industri, perubahan geopolitik, serta ketidakpastian ekonomi global. Sulawesi Tengah sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan investasi dan industrialisasi yang pesat membutuhkan pelaku usaha yang tidak hanya mampu membaca peluang ekonomi, tetapi juga memahami kepentingan daerah dan nasional.

Dalam konteks itu, nilai kebangsaan harus menjadi fondasi dalam menjalankan aktivitas usaha. Tujuannya agar pertumbuhan ekonomi tidak berhenti pada angka investasi, tetapi juga menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Kolaborasi dengan Pemerintah hingga TNI-Polri

Gufran berharap enam pengurus KADIN Sulteng yang mengikuti PPNK Lemhannas RI dapat membawa pulang pengetahuan, pengalaman, dan perspektif baru untuk memperkuat organisasi serta dunia usaha di Sulawesi Tengah.

"PPNK ini merupakan investasi sumber daya manusia dan investasi kepemimpinan. Kami berharap nilai-nilai yang diperoleh dapat diterapkan dalam menjalankan organisasi, membangun dunia usaha dan memberikan kontribusi bagi daerah serta bangsa," tegasnya.

KADIN Sulteng, tambahnya, akan terus membangun kolaborasi dengan pemerintah, TNI, Polri, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi itu dinilai penting untuk menciptakan ekosistem usaha yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.

"KADIN harus menjadi rumah bersama bagi dunia usaha sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Pengusaha harus menjadi bagian dari kekuatan pembangunan nasional," pungkas Gufran.

Follow www.sultengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: 50detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks