PALU — Ketua Harian BPW HIPKA Sulteng, Sudirman Zuhdi, memimpin langsung penyerahan bantuan yang mewakili Ketua Umum H. Ambo Dalle. Ambo Dalle berhalangan hadir dan menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat membersamai para peserta kegiatan.
Dalam sambutannya, Sudirman menegaskan bahwa aksi sosial ini bukan sekadar agenda organisasi. Ia menyebut kegiatan semacam ini sebagai ruang mempererat kebersamaan dan membangun kedekatan emosional antar kader.
Nilai HMI Jadi Pijakan Setiap Aksi
Sudirman menyampaikan bahwa nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan keindonesiaan yang menjadi landasan perjuangan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) harus senantiasa jadi pijakan.
"Sebagai kader umat, kader bangsa, dan kader Islam, nilai-nilai HMI selalu menjadi pijakan dalam setiap aksi yang dilakukan oleh HIPKA," ujar Sudirman dalam sambutannya.
Memasuki usia ke-16 tahun, HIPKA Sulteng diharapkan terus memberi faedah dan nilai tambah bagi masyarakat. Organisasi ini juga dituntut hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial dan ekonomi di daerah.
Empat Panti Asuhan di Palu Terima 20 Paket Masing-Masing
Bantuan disalurkan ke sejumlah panti asuhan di Kota Palu. Panti Asuhan Putri Aisyiyah di Jalan Hang Tuah dan Panti Asuhan Putra Muhammadiyah di Nunu masing-masing menerima 20 paket.
Panti Asuhan Saibul Khairat di Jalan Kedondong juga mendapat 20 paket bantuan. Panti Asuhan Nur Firdaus turut menjadi penerima dalam penyaluran kali ini.
Pihak panti asuhan menyampaikan terima kasih atas kepedulian HIPKA Sulteng yang telah menyalurkan bantuan kebutuhan pokok bagi anak-anak asuh mereka.
Mahasiswa Perantau: Bantuan Ini Ringankan Beban di Kos
Salah seorang mahasiswa penerima bantuan, Ewi, mengaku sangat terbantu dengan program tersebut. Menurutnya, bantuan sembako itu meringankan beban mahasiswa yang tinggal di rumah kos dan masih bergantung pada dukungan keluarga.
Ewi menjelaskan bahwa kondisi ekonomi masyarakat saat ini turut dipengaruhi tantangan sektor pertanian, termasuk kemarau panjang yang berkaitan dengan fenomena El Niño. Kondisi itu dapat berdampak pada hasil panen dan penghasilan warga.
"Dengan adanya program HIPKA Peduli ini, kami sebagai mahasiswa merasa sangat terbantu. Bantuan ini sedikit meringankan beban kami, terutama mahasiswa yang merantau dan tinggal di kos," ungkap Ewi.
Komitmen Kewirausahaan dan Aksi Sosial
Melalui rangkaian Milad ke-16, HIPKA Sulteng menegaskan komitmennya memperkuat peran organisasi. Fokusnya tidak hanya mendorong pengembangan kewirausahaan dan ekonomi, tetapi juga aksi sosial yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
Program HIPKA Sulteng Peduli menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan, mulai dari penghuni panti asuhan hingga keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas dan mahasiswa perantau.
HIPKA Sulteng berharap program serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari kontribusi organisasi bagi umat, bangsa, dan masyarakat Sulawesi Tengah.