SULAWESI TENGAH — Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Cirebon yang digarap PT Brantas Abipraya (Persero) memasuki babak operasional. Para siswa telah menjalani proses registrasi pada 30 Juli 2026, dilanjutkan dengan rangkaian MPLS sebagai adaptasi awal terhadap lingkungan belajar baru.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, menegaskan bahwa penyelesaian proyek ini bukan sekadar tuntasnya pekerjaan konstruksi. "Bagi Brantas Abipraya, keberhasilan proyek ini bukan hanya tentang menyelesaikan pekerjaan konstruksi, tetapi juga menghadirkan fasilitas pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas untuk mendukung lahirnya generasi penerus bangsa yang unggul," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (3/8/2026).
Kehadiran fasilitas pendukung tersebut dirancang untuk menunjang kebutuhan siswa yang tinggal di asrama, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan optimal. Dengan konsep ini, para siswa tidak hanya mendapat pendidikan akademik, tetapi juga pembentukan karakter melalui kehidupan asrama yang disiplin.
Bagi Brantas Abipraya, proyek ini menambah portofolio perseroan dalam pembangunan infrastruktur sosial. Sebagai BUMN karya, perseroan tidak hanya fokus pada proyek bendungan, irigasi, atau jalan tol, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan fasilitas publik yang berdampak langsung pada masyarakat.
Dengan dimulainya MPLS, Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Cirebon kini resmi beroperasi dan siap menyambut para siswa untuk memulai tahun ajaran baru. Keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi pemerataan pendidikan di Indonesia, di mana anak-anak dari berbagai latar belakang dapat mengakses fasilitas belajar yang layak dan setara.