Pencarian

Luhut: Dulu Dicibir dan Digugat ke WTO, Kini Investor Justru Antre Investasi Hilirisasi Nikel

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 10:10:32 WIB
Luhut: Dulu Dicibir dan Digugat ke WTO, Kini Investor Justru Antre Investasi Hilirisasi Nikel
Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa kebijakan larangan ekspor bijih nikel yang sempat digugat ke WTO kini berhasil menarik minat investor untuk berinvestasi di hilirisasi.

SULAWESI TENGAH — Perjalanan kebijakan larangan ekspor bijih nikel tidak pernah mulus. Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), mengungkapkan bahwa pemerintah saat itu menghadapi tekanan besar, mulai dari cibiran, desakan asing, hingga gugatan resmi di WTO. Namun, konsistensi kebijakan tersebut kini mulai menampakkan hasil nyata bagi perekonomian nasional.

“Saya masih ingat masa-masa awal larangan ekspor bijih nikel, kami dicibir, kami ditekan dari berbagai arah, kami digugat sampai ke WTO, dan banyak yang bilang Indonesia tidak akan sanggup,” kata Luhut dalam acara peluncuran dan bedah buku Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Investor yang Dulu Menertawakan Kini Justru Antre

Alih-alih mundur, pemerintah justru memperkuat pengolahan mineral di dalam negeri. Langkah ini diambil agar Indonesia tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah dan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar. Hasilnya, industri pengolahan nikel dalam negeri kini tumbuh pesat dan menjadi bukti bahwa kebijakan tersebut berada di jalur yang tepat.

“Namun sekarang saya kira Pak Bahlil tegap berdiri mengatakan 'kami bisa'. Sebagian yang dulu mentertawakan itu justru sekarang antre minta bertemu dengan Pak Bahlil, mau ikut investasi,” ujar Luhut.

Kawasan Industri Tumbuh, Ekonomi Daerah Melesat

Keberhasilan hilirisasi tidak hanya terlihat dari meningkatnya ekspor produk nikel dan turunannya. Kawasan industri seperti Morowali dan Halmahera Tengah kini menjadi bagian penting dari rantai pasok industri global. Kedua kawasan tersebut bahkan mencatat pertumbuhan ekonomi dua digit yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Meski demikian, Luhut menegaskan pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah. Manfaat hilirisasi harus dirasakan lebih luas oleh daerah penghasil dan masyarakat di sekitar kawasan industri. Para pengusaha nasional dan pelaku usaha daerah perlu didorong agar mampu naik kelas dan berperan lebih besar dalam rantai nilai industri.

Kebijakan yang dulu diragukan ini kini menjadi salah satu pilar transformasi ekonomi Indonesia. Dengan hilirisasi, Indonesia tidak lagi sekadar mengekspor bahan mentah, tetapi telah membangun ekosistem industri yang memberi dampak berlipat bagi perekonomian nasional.

Follow www.sultengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks