PALU — Pesawat Boeing 737-800NG dengan kapasitas 157 penumpang itu mendarat membawa angin baru bagi perekonomian Sulawesi Tengah. Konektivitas udara langsung ke Guangzhou, salah satu pusat perdagangan dan industri di Asia, dinilai akan mengubah posisi strategis daerah ini di kawasan Indonesia Timur.
Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar, M. Mauludin, yang hadir mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Udara, menegaskan bahwa rute ini bukan sekadar menambah daftar destinasi penerbangan. Ia menyebut kepercayaan terhadap potensi daerah menjadi alasan utama dibukanya jalur ini.
Jembatan Menuju Pusat Perdagangan Asia
Mauludin menjelaskan, Guangzhou merupakan simpul logistik dan perdagangan utama di kawasan Asia. Di sisi lain, Sulawesi Tengah tengah tumbuh sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur, ditopang sektor industri, investasi, dan kekayaan alam.
“Setiap rute internasional yang dibuka sesungguhnya bukan hanya menghadirkan konektivitas, tetapi juga mencerminkan kepercayaan bahwa sebuah daerah memiliki potensi untuk tumbuh, mampu menarik investasi, mengembangkan perdagangan, memperluas pariwisata, serta membangun kerja sama yang semakin erat dengan dunia internasional,” katanya dalam peresmian di Palu.
Target: Mobilitas Warga dan Arus Wisatawan Meningkat
Dengan adanya penerbangan langsung ini, mobilitas masyarakat diprediksi semakin mudah. Pelaku usaha lokal juga mendapat kesempatan lebih besar untuk menjangkau pasar internasional tanpa harus transit di Makassar atau Jakarta terlebih dahulu.
“Konektivitas inilah yang diharapkan menjadi jembatan yang mempertemukan berbagai potensi tersebut,” ujar Mauludin menambahkan.
Ia menilai, akses udara yang lebih pendek akan memperkuat daya saing daerah. Arus wisatawan asing, khususnya dari China, diharapkan ikut meningkat seiring terbukanya jalur penerbangan ini.
Kemenhub: Keselamatan Tetap Prioritas Utama
Meski menyambut baik peluang ekonomi, Mauludin mengingatkan bahwa tugas pemerintah tidak berhenti pada menghadirkan rute baru. Ia menekankan pentingnya memastikan penerbangan berjalan aman, selamat, dan berkelanjutan.
“Konektivitas bukan sekadar menghubungkan bandara dengan bandara. Konektivitas adalah jembatan yang menghubungkan potensi daerah dengan peluang dunia,” katanya.
Ia berharap penerbangan perdana ini menjadi tonggak bagi lahirnya berbagai peluang baru yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Tengah dan Indonesia secara keseluruhan. Dukungan penuh dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk pengembangan konektivitas nasional akan terus diberikan.
Maskapai Garuda Indonesia mengoperasikan rute ini menggunakan pesawat Boeing 737-800NG dengan konfigurasi 10 kursi kelas bisnis dan 147 kursi kelas ekonomi.