Pencarian

Realisasi Investasi Jakarta Semester I 2026 Tembus Rp 173,6 Triliun; Jakarta Selatan Sumbang Rp 62,7 Triliun

Minggu, 09 Agustus 2026 • 08:26:31 WIB
Realisasi Investasi Jakarta Semester I 2026 Tembus Rp 173,6 Triliun; Jakarta Selatan Sumbang Rp 62,7 Triliun
Realisasi investasi Jakarta pada semester I 2026 tercatat Rp 173,6 triliun, dengan Jakarta Selatan menjadi kontributor terbesar mencapai Rp 62,7 triliun.
Jakarta sebagai episentrum penanaman modal Indonesia, dengan Jakarta Selatan masih menjadi kontributor terbesar. ISI:

SULAWESI TENGAH — Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi Jakarta pada Januari–Juni 2026 mencapai Rp 173,6 triliun. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan nilai Rp 106,5 triliun, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp 67,1 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) DKI Jakarta, Heru Hermawanto, menyebut capaian ini merefleksikan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di ibu kota.

"Kepercayaan investor yang terus meningkat merupakan hasil dari sinergi berbagai pihak dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif," ujarnya, Jumat (7/8).

Distribusi Investasi: Jakarta Selatan Masih Jadi Primadona

Secara spasial, Jakarta Selatan mendominasi dengan realisasi investasi kumulatif PMDN dan PMA sebesar Rp 62,7 triliun. Jakarta Pusat menyusul di posisi kedua dengan Rp 49,9 triliun.

Jakarta Utara membukukan Rp 23,1 triliun, disusul Jakarta Barat Rp 20,6 triliun, dan Jakarta Timur Rp 17,1 triliun. Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu mencatatkan angka terkecil, yakni Rp 289 miliar.

Tingginya capaian di wilayah selatan dan pusat tak lepas dari konsentrasi kawasan perkantoran, pusat perbelanjaan, serta ekosistem bisnis yang mapan. Infrastruktur transportasi terintegrasi seperti MRT dan LRT juga menjadi daya tarik bagi investor properti dan jasa.

Strategi Pemprov: Digitalisasi Layanan dan Proyek Siap Tawarkan

Pemprov DKI Jakarta tak tinggal diam mempertahankan posisi teratas. Dinas PMPTSP menggenjot percepatan digitalisasi layanan perizinan dan nonperizinan, optimalisasi Mal Pelayanan Publik (MPP), serta pelayanan jemput bola kepada pelaku usaha.

Promosi investasi kini diarahkan berbasis data melalui penyusunan peta potensi investasi dan pengembangan investment project ready to offer (IPRO). Heru memastikan proyek yang ditawarkan telah matang dari sisi teknis, finansial, maupun pasar.

"Dengan demikian, investor dapat memperoleh kepastian yang lebih baik dalam mengambil keputusan investasi di Jakarta," jelasnya.

Apa Artinya bagi Investor dan Pelaku Usaha?

Angka Rp 173,6 triliun mengindikasikan birokrasi perizinan di Jakarta kian efisien. Dominasi PMDN yang mencapai 61 persen dari total realisasi menunjukkan pasar domestik masih menjadi penggerak utama, terutama bagi pelaku usaha properti dan kawasan industri.

Ke depan, daya saing Jakarta akan diuji dengan pemindahan ibu kota ke Nusantara. Namun, dengan ekosistem bisnis yang matang dan pasar yang besar, Jakarta diproyeksikan tetap menjadi tujuan utama investasi, khususnya di sektor jasa keuangan, teknologi, dan perkantoran premium.

Follow www.sultengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: merahputih.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks