PALU — Safari politik kebangsaan Calon Ketua Umum PBNU, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), resmi dimulai dari Sulawesi Tengah. Langkah pertamanya adalah bersilaturahmi ke kediaman Rais Syuriyah PWNU Sulawesi Tengah, Al Habib KH Ali Hasan Al Jufri, di Palu, Rabu (5/7/2026).
Kedatangan Gus Salam yang didampingi pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, KH Abdul Muid Shohib (Gus Muid), serta jajaran pengurus dan kader NU Sulteng ini disambut hangat. Sowan tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan permohonan izin sebelum menggelar pertemuan resmi dengan ketua PCNU se-Sulteng.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, pembahasan mendalam mengerucut pada rekam jejak dakwah Habib Idrus bin Salim al-Jufri (Guru Tua), pendiri Al-Khairaat yang juga kakek dari Rais Syuriyah PWNU Sulteng. Guru Tua dikenal pernah bersilaturahmi langsung kepada pendiri NU, Hadratussyeikh KH M. Hasyim Asy’ari, di Jombang pada 1926.
Gus Salam yang telah mengelilingi jajaran PWNU dan PCNU di 29 provinsi ini mengaku terinspirasi oleh konsistensi dakwah Guru Tua yang humanis dan moderat. Menurutnya, fokus pada penguatan lembaga pendidikan menjadi fondasi penting yang harus terus diteruskan.
"Keteladanan beliau dilanjutkan oleh para penerusnya hari ini. Ulama Aswaja di Sulteng terus menjadi penggerak persatuan, kerukunan, dan kemajuan pendidikan," ujar Gus Salam.
Di hadapan jajaran ulama Sulteng, Gus Salam menyoroti potensi besar NU di wilayah tersebut untuk mendorong kemandirian ekonomi. Ia menilai penguatan lembaga keuangan syariah dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi peluang yang belum digarap maksimal.
"NU dapat mendorong berkembangnya Baitul Maal wat Tamwil (BMT) serta UMKM di sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata. Kemandirian umat adalah kekuatan utama untuk menjaga kelangsungan agama," tegasnya.
Selain ekonomi, transformasi pelayanan di bidang pendidikan dan kesehatan juga dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar NU tetap relevan menjawab tantangan zaman.
Gus Muid mencatat bahwa hubungan historis dan ideologis antara NU dan Al-Khairaat di Sulawesi Tengah sangat kuat. Keduanya memiliki kesamaan paham Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) yang menjadi perekat persaudaraan.
Dalam kunjungan kerja di Palu ini, rombongan tidak hanya menyambangi Rais Syuriyah. Mereka juga bersilaturahmi kepada Ketua Utama Al-Khairaat, Sayyid Alwi bin Saggaf bin Muhammad Aljufri, M.A., serta Ketua MUI Provinsi Sulteng, Habib Ali bin Muhammad Aljufri.
Gus Salam berharap seluruh gagasan perubahan dan penguatan pelayanan umat ini dapat terwujud dalam Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di PP Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.