SULAWESI TENGAH — Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Bhudi Hermanto mengatakan, situasi kondusif itu terukur dari tiga indikator utama: kegiatan ekonomi di pusat perbelanjaan yang ramai, aktivitas pendidikan yang berjalan, serta pelaksanaan ibadah yang normal. "Kita masih bisa berkumpul hari ini, pagi ini melaksanakan Apel Kebangsaan Jaga Jakarta," ujarnya di Silang Selatan Monas, Sabtu (8/8).
Pernyataan itu disampaikan Bhudi seusai memantau Apel Kebangsaan 'Jaga Jakarta untuk Indonesia: Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur'. Menurut dia, eskalasi keamanan yang stabil ini tidak lepas dari sinyal kepercayaan internasional terhadap ibu kota.
Bhudi merinci, dalam sepekan terakhir Jakarta kedatangan tamu negara dari Asia hingga Eropa. Perdana Menteri Thailand, Singapura, India, Jerman, dan Belarus tercatat melakukan kunjungan kenegaraan. "Mereka menyatakan bahwa Indonesia aman," tegas Bhudi.
Rentetan kunjungan ini dinilai menjadi tolok ukur objektif yang tidak bisa direkayasa. Sebab, protokol keamanan untuk kepala negara asing biasanya berlapis dan menuntut standardisasi ketat dari kepolisian serta TNI.
Apel yang digelar di kawasan Monas tersebut melibatkan unsur TNI-Polri dan komponen masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan pasca-aksi massa yang sempat terjadi di beberapa titik Jakarta.
Meski situasi terkendali, Polda Metro Jaya belum menyatakan akan menurunkan status siaga. "Kami tetap melakukan patroli skala besar dan mengedepankan pendekatan persuasif agar roda perekonomian warga tidak terganggu," kata Bhudi.
Adapun arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan protokol dipastikan lancar sejak Jumat malam. Pihak kepolisian juga menyiagakan personel di pusat keramaian seperti Stasiun Kota, Bundaran HI, dan kawasan Gelora Bung Karno hingga akhir pekan.