BANGGAI — Capaian fisik paket preservasi Jalan Nasional Pagimana-Biak-Dalam Kota Luwuk-Batui kini berada di angka 74,91 persen. Angka ini menjadi sinyal positif bagi kelancaran mobilitas warga di wilayah timur Kabupaten Banggai.
Proyek dengan nilai kontrak Rp9.278.210.000 itu digarap oleh CV Tanjung Lautan Api. Target penyelesaian seluruh pekerjaan dipatok pada Desember 2026.
Informasi perkembangan terbaru ini disampaikan langsung oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Sulawesi Tengah Satker PIJN Wilayah III, Ibrahim Tjane. Ia menyebut pekerjaan masih berjalan sesuai jadwal kontrak.
Meski begitu, pelaksanaan di lapangan sempat dihadapkan pada kendala cuaca. Namun, hal tersebut tidak mengubah target penyelesaian proyek yang sudah disepakati.
Ruas jalan ini menjadi urat nadi perekonomian yang menghubungkan Kecamatan Pagimana menuju Kota Luwuk dan Batui. Kondisi jalan yang semakin baik akan memperlancar distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok warga.
Preservasi jalan nasional ini juga dinilai krusial untuk menekan biaya logistik antarwilayah. Peningkatan kualitas aspal diharapkan mampu memangkas waktu tempuh yang selama ini kerap terkendala lubang dan permukaan rusak.
Dengan sisa waktu hingga Desember 2026, progres pengerjaan akan terus dipantau ketat oleh Satker PIJN Wilayah III. Masyarakat pengguna jalan berharap hasil akhirnya nanti benar-benar memberikan kenyamanan dan keamanan berkendara.