PALU — Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, menegaskan bahwa keberhasilan meraih predikat Kota Sehat tingkat Wiwerda tidak bisa dibebankan semata kepada pemerintah daerah. Ia mendorong seluruh elemen, mulai dari forum kota sehat, dunia usaha, akademisi, hingga komunitas lokal, untuk terlibat aktif dalam proses persiapan yang berlangsung hingga 2028.
“Target meraih predikat Wiwerda pada tahun 2028 harus menjadi motivasi bersama. Kami memerlukan kerja sama yang kuat, koordinasi berkesinambungan, serta langkah nyata dari semua pihak agar setiap indikator dapat terpenuhi secara optimal,” ujar Imelda di hadapan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rapat yang digelar di Ruang Rapat Bappeda, Selasa (30/6/2026).
Dalam rapat tersebut, peserta membahas secara mendalam sejumlah aspek persiapan. Fokus utama mengerucut pada pemenuhan indikator penilaian yang mencakup penyediaan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas lingkungan, optimalisasi pelayanan kesehatan, standar sanitasi, hingga program pemberdayaan masyarakat.
Ketua Forum Kota Sehat Kota Palu, Muhammad Thamrin Pettawali, turut hadir bersama perwakilan OPD dan pemangku kepentingan terkait. Mereka menyusun langkah taktis agar setiap indikator bisa terukur dan terpenuhi secara bertahap.
Imelda menekankan bahwa kolaborasi aktif dari masyarakat dan forum kota sehat menjadi faktor penentu. Pemerintah daerah, menurutnya, hanya bisa memfasilitasi dan mengoordinasikan, tetapi eksekusi di lapangan membutuhkan partisipasi warga.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari akademisi untuk riset lingkungan, dunia usaha untuk program CSR, serta komunitas lokal untuk penggerak perubahan di tingkat RT/RW sangat kami harapkan,” tambahnya.
Melalui rapat pemantapan ini, Pemkot Palu memastikan seluruh persiapan berjalan lebih terarah dan terukur sejak dini. Penghargaan Swasti Saba Wiwerda merupakan tingkat tertinggi dalam program Kabupaten/Kota Sehat di Indonesia, sehingga pencapaiannya akan menjadi prestasi nasional bagi Kota Palu.
Rapat koordinasi serupa direncanakan akan digelar secara berkala untuk memantau progres pemenuhan indikator dan mengevaluasi hambatan yang muncul di lapangan.