Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas, BPBD Kabupaten Tangerang Minta Helikopter Water Bombing ke BNPB

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 22:46:31 WIB
Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang.

SULAWESI TENGAHKepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan BNPB sejak kebakaran terjadi pada Selasa (30/6/2026). “Saya sudah mencoba terus-menerus komunikasi dengan BNPB, sambil minta laporan lapangan untuk penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin,” ujarnya di Tangerang, melansir Antara, Selasa (30/6/2026).

Kendala Armada Darat dan Asap Pekat

Sepuluh mobil pemadam kebakaran dan 45 personel telah dikerahkan. Namun, medan berat menghambat pergerakan mereka. “Dengan posisi tumpukan sampah seperti gunung menjadi kendala. Kesulitan kami untuk menjangkau ke atas kendaraan,” kata Taufik.

Ia menambahkan, meskipun selang pemadam sudah cukup panjang, asap pekat menghalangi petugas mengakses titik pusat api. “Selang sudah cukup panjang juga tetapi memang karena pekatnya asap kami susah mengakses ke titik lokasi,” ucap dia.

Usulan Water Bombing dari Udara

Dalam kondisi darurat ini, BPBD menilai penyemprotan air dari helikopter menjadi solusi paling efektif. “Saya sudah berupaya ke BNPB untuk membantu mendatangkan helikopter, penyemprotan air dari atas. Dengan kondisi yang kesulitan armada kami untuk mendekati api itu,” terang Taufik.

Meski mengandalkan bantuan pusat, BPBD tetap mengoptimalkan armada darat. Sumber air disebut masih bisa dijangkau. “Sumber air relatif bisa dijangkau dan aman. Walaupun jalannya agak kecil, tapi masih bisa kita akses,” sambungnya.

Dugaan Penyebab: Gas Metana Akibat Cuaca Ekstrem

Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga dipicu oleh timbulan gas metana—senyawa hidrokarbon mudah terbakar—yang keluar dari tumpukan sampah akibat cuaca panas ekstrem. “Apabila sudah panas yang begitu tinggi, maka dari tumpukan sampah itu, timbunan keluarlah asap. Dan lama-lama ini kan menjadi api dan terus-menerus akan merambat ke lokasi-lokasi yang lain,” tandas Achmad Taufik.

Api yang terus merambat membuat luasan area terdampak diprediksi bertambah. Hingga berita ini diturunkan, BPBD masih menunggu keputusan BNPB terkait pengiriman bantuan helikopter water bombing.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top