SULAWESI TENGAH — Hanya empat petenis tuan rumah yang berhasil mencapai babak kedua All England Club tahun ini. Angka tersebut menjadi yang terendah sejak 1988, di mana 15 petenis Inggris lainnya langsung tersingkir di ronde pembuka. Fery, yang mendapat wildcard, menjadi satu-satunya yang selamat dari "pembantaian" pemain lokal.
Petenis berusia 23 tahun itu kembali menunjukkan mental baja. Tertinggal satu set, Fery membalikkan keadaan lewat tie-break ketat di set kedua. Setelah itu, ia tak memberi satu pun break point lagi kepada Virtanen—peringkat 140 dunia yang sebelumnya menumbangkan unggulan keempat Ben Shelton dalam lima set.
"Saya sangat senang bisa melakukannya untuk Inggris. Secara egois, saya lakukan ini untuk diri sendiri dulu—tapi saya selalu mendukung pemain lain dan mendoakan kesuksesan mereka," ujar Fery usai pertandingan. Ia juga mengaku tidak menyangka kehadiran Catherine, Putri Wales—patron AELTC—di tribun penonton. "Saya tidak tahu dia di sini. Mungkin saya akan lebih tegang jika tahu," tambahnya.
Katie Swan harus mengakui keunggulan juara Australian Open 2025, Madison Keys, dengan skor 1-6, 4-6. Padahal, Swan sebelumnya menikmati momen "full-circle" setelah memenangi pertandingan grand slam pertamanya sejak 2018. "14 bulan lalu saya bermain di turnamen 15K di Sharm el-Sheikh. Sekarang saya main di Court One. Ini perjalanan yang cukup panjang," kata Swan yang sempat terpuruk di peringkat 1.114 dunia karena cedera punggung.
Sementara itu, Jacob Fearnley kalah 4-6, 6-7 (3-7), 4-6 dari Jaume Munar. Fearnley menciptakan sepuluh peluang break point, namun hanya dua yang berhasil dikonversi. Ia juga melakukan delapan double fault dan 45 unforced errors—tiga kali lipat dari Munar. Jan Choinski sempat unggul satu set atas unggulan ke-17 Frances Tiafoe, namun setelah set pertama ia hanya mampu menciptakan satu peluang break point. Tiafoe akhirnya menang 4-6, 6-2, 7-5, 6-2.
Ini pertama kalinya sejak 2018—saat Kyle Edmund menjadi satu-satunya yang bertahan—hanya satu petenis Inggris yang melaju ke babak ketiga di kedua nomor tunggal. Fery, yang kini berperingkat 114 dunia, akan menghadapi Zizou Bergs dari Belgia pada babak berikutnya. Kemenangan ini memastikan Fery membawa pulang setidaknya 185.000 poundsterling, sekaligus menjadi capaian grand slam terbaik dalam kariernya.