SULAWESI TENGAH — Memilih iPad kini tidak semudah dulu. Apple menjual empat model dengan spesifikasi, fitur, dan harga yang tumpang tindih. Mulai dari iPad generasi ke-11 yang kasual hingga iPad Pro dengan bodi super tipis, setiap lini punya target pemakainya masing-masing.
Apple sendiri membagi segmennya secara gamblang: iPad untuk "everyday stuff", iPad Mini untuk "small-but-mighty on the go", iPad Air untuk "Mac-class power without Mac-class weight", dan iPad Pro untuk "money-is-no-object pros." Berikut rincian masing-masing model berdasarkan presentasi resmi Apple dan analisis singkat dari sisi pengguna.
Dibanderol mulai USD 449, iPad generasi ke-11 adalah pintu masuk paling terjangkau ke ekosistem tablet Apple. Perangkat ini mengusung layar 11 inci Liquid Retina dengan warna sRGB dan True Tone, ditenagai chip A16, serta mendukung Apple Pencil generasi pertama dan Magic Keyboard Folio.
Apple memasarkan perangkat ini sebagai "Lovable. Drawable. Magical." — sebuah perangkat untuk aktivitas harian seperti streaming, FaceTime, mengerjakan PR di Pages, atau sekadar corat-coret dengan Apple Pencil. Satu catatan penting: model ini tidak mendukung Apple Intelligence.
Dari sisi harga, 128 GB sudah menjadi kapasitas dasar. Namun, jika pemakaianmu cukup berat, pertimbangkan varian 256 GB atau siapkan langganan cloud. Kamera depannya kini landscape 12 MP Ultra Wide dengan Center Stage, cocok untuk panggilan video.
Mulai USD 749, iPad Air hadir dalam dua pilihan ukuran layar: 11 inci dan 13 inci. Inilah lini pertama dalam jajaran iPad yang mendukung Apple Intelligence berkat chip M4. Meski begitu, Apple membedakan chip M4 di iPad Air dengan versi di iPad Pro: GPU 9-core vs 10-core, dan CPU 8-core vs 10-core.
Menariknya, iPad Air 13 inci justru lebih berat (1,36 pon) dibanding iPad Pro 13 inci (1,28 pon). Untuk urusan performa, M3 iPad Air sebelumnya sudah sanggup menangani tugas Final Cut dan Lightroom. Dengan M4, kemampuan itu jelas terjamin. Selisih harga USD 450 dengan iPad Pro membuatnya jadi opsi menarik bagi yang butuh tenaga besar tapi belum siap merogoh kocek lebih dalam.
Perlu diingat: Magic Keyboard dan Apple Pencil Pro dijual terpisah. Layar Liquid Retina-nya sudah mendukung P3 wide color, True Tone, dan lapisan antireflektif.
iPad Pro adalah puncak lini tablet Apple. Mulai USD 1.199, perangkat ini hanya setebal 5,1 mm — Apple menyebutnya "Thinpossible." Ditenagai chip M5, iPad Pro mampu menyembah layar eksternal hingga resolusi 6K dengan kecepatan transfer data 40 Gb/s.
Layarnya menggunakan panel Ultra Retina XDR dengan ProMotion, P3 wide color, dan opsi nano-texture glass pada varian 1 TB dan 2 TB. Kamera belakang 12 MP Wide mendukung perekaman ProRes. Jika kamu tidak tergiur dengan kemampuan multi-layer 8K ProRes, kemungkinan iPad Air sudah lebih dari cukup untuk kebutuhanmu.
Saran paling jujur: jika kamu masih bertanya-tanya "Apa saya perlu iPad Pro?" — jawabannya kemungkinan besar tidak.
Meski tidak disebut detail spesifiknya dalam materi promosi, iPad Mini diposisikan sebagai perangkat portabel yang ringkas namun bertenaga. Apple menyebutnya "small-but-mighty on the go." Model ini juga mendukung Apple Intelligence, menjadikannya pilihan menarik bagi pengguna yang mengutamakan faktor bentuk mungil tanpa mengorbankan fitur kecerdasan buatan terbaru.
Kesimpulannya, pilihan iPad terbaik tergantung pada prioritasmu: iPad untuk anggaran terbatas dan kebutuhan dasar, iPad Air untuk keseimbangan performa dan harga, iPad Pro untuk profesional tanpa kompromi, dan iPad Mini untuk mereka yang selalu bergerak.