PALU — Sejumlah unit mobil angkutan kota (angkot) masih terparkir di area terminal lama Pasar Inpres Manonda, Selasa (7/7/2026). Pemandangan itu akan segera berubah. Pemkot Palu memastikan terminal yang sudah lama tidak berfungsi maksimal itu akan disulap menjadi pusat kegiatan ekonomi baru bagi para pedagang liar.
Lokasi terminal lama Manonda dinilai strategis karena berada di kawasan pusat perbelanjaan dan dekat dengan pemukiman warga. Alih fungsi ini juga dianggap lebih efisien ketimbang membangun pasar baru dari nol. Pemerintah ingin memanfaatkan aset daerah yang sudah ada untuk menyelesaikan masalah pedagang kaki lima yang mengganggu ketertiban lalu lintas di sekitar Pasar Inpres.
Pemkot Palu belum merilis besaran anggaran untuk konversi fisik kawasan terminal. Prioritas saat ini adalah memastikan data pedagang yang berhak direlokasi akurat. Sosialisasi kepada para pedagang juga terus dilakukan agar tidak ada penolakan saat relokasi nanti. Pemerintah ingin proses ini berjalan tanpa gejolak sosial.
Selama bertahun-tahun, puluhan pedagang berjualan di bahu jalan sekitar Pasar Inpres Manonda. Kondisi itu kerap memicu kemacetan dan menimbulkan kesan kumuh. Dengan adanya relokasi ini, mereka diharapkan bisa berdagang di tempat yang lebih aman dan nyaman, tanpa harus khawatir ditertibkan Satpol PP.
Pemerintah belum menyebutkan kapan pembangunan atau konversi fisik terminal akan dimulai. Yang jelas, setelah pendataan rampung dan sosialisasi dianggap cukup, barulah tahap fisik dikerjakan. Pemkot Palu juga belum memastikan apakah terminal ini nantinya akan difungsikan murni sebagai pasar atau tetap mempertahankan fungsi terminal untuk angkutan umum dalam skala terbatas.