Polisi Selidiki Kepemilikan Mortir yang Meledak di Bandung Barat, Tiga Warga Tewas

Penulis: Lukman Hakim  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 20:10:01 WIB
Polisi melakukan penyelidikan terkait ledakan mortir yang menewaskan tiga warga di Bandung Barat.

SULAWESI TENGAH — Tiga warga Cipatat, Bandung Barat, tewas setelah sebuah benda diduga mortir meledak di rumah salah satu korban, Rabu (8/7). Korban adalah Ade (21), Suhri (40), dan Rodiana (40). Peristiwa terjadi di Kampung Ciparang, RT 04/RW 07, Desa Cipatat.

Damet (43), saksi mata, menuturkan ia mendengar suara ledakan keras sebelum dimintai tolong tetangga untuk mengecek sumbernya. “Saya lihat ketiga korban tergeletak dengan luka parah di sekujur tubuh yang bersimbah darah,” katanya, Kamis (9/7), dikutip dari detikJabar. Tim Jibom Polda Jawa Barat kemudian datang mengamankan sisa amunisi lainnya.

Korban Kerap Memulung Amunisi Bekas Latihan TNI

Damet mengatakan ketiga korban memang kerap memungut amunisi bekas latihan TNI di area Pusdikif, meski profesi asli mereka adalah petani. “Memang suka memulung peluru bekas latihan, cuma kalau memulung mortir mungkin baru kali ini,” ujarnya. Ia melihat palu dan pahat di rumah Ade, mengindikasikan korban sedang membongkar mortir saat kejadian.

Kapolsek Cipatat Kompol DMS Andriani menegaskan bahwa pengambilan selongsong peluru atau amunisi bekas latihan TNI merupakan aktivitas terlarang dan berbahaya. “Itu kan sudah jelas dilarang, masyarakat tidak boleh masuk ke area latihan TNI dimanapun,” katanya di lokasi kejadian, Kamis.

TNI Masih Menunggu Hasil Uji Laboratorium

Kepala Departemen Teknik Pusdikif Letkol Inf Sunarya menyatakan pihaknya belum bisa memastikan jenis dan kepemilikan benda diduga mortir tersebut. “Saat ini kami menunggu dari tim Gegana Kepolisian untuk menyampaikan hasil uji laboratorium apakah itu granat dari kami (Pusdikif) atau granat dari mana,” ujarnya. Sunarya menambahkan, kesatuan yang berlatih di kawasan itu bukan hanya Pusdikif, melainkan juga Pusdikkav.

Selepas kejadian, polisi memasang garis polisi di lokasi dan mengimbau warga yang masih menyimpan amunisi atau selongsong bekas untuk segera mengembalikannya ke pihak berwajib. “Jangan sampai kejadian seperti ini terulang,” kata Andriani. Ia juga meminta warga di sekitar area latihan TNI untuk tidak mendekat apalagi memungut amunisi bekas, meskipun sudah dianggap tidak aktif.

Reporter: Lukman Hakim
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top