IHSG Berpeluang Menguji Level 6.200, Analis Ingatkan Risiko Koreksi ke 5.797

Penulis: Oki Setiawan  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 10:05:31 WIB
IHSG berpeluang menguji level resistance 6.200 dengan risiko koreksi ke 5.797.

SULAWESI TENGAH — Dua analis teknikal dari MNC Sekuritas dan Binaartha Sekuritas kompak melihat potensi penguatan, meski dengan catatan waspada. Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas dalam riset hariannya memproyeksikan IHSG hari ini bergerak di rentang support 5.486-5.317 dan resistance 6.007-6.286.

"Kami memperkirakan IHSG berpotensi menguat menguji area 6.083-6.203, namun tetap cermati peluang koreksi ke kisaran 5.752-5.797," ujar Herditya.

Saham Pilihan Analis: Dari Consumer Goods hingga Energi

Herditya merekomendasikan sejumlah saham yang patut dicermati, yakni BUVA, ICBP, KLBF, dan VKTR. Rekomendasi ini mencerminkan sektor consumer goods dan properti yang kerap menjadi pilihan defensif di tengah volatilitas.

Sementara itu, Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas menambahkan, IHSG berpotensi menguji resistance Fibonacci di level 5.965. Jika gagal menembus level tersebut, indeks berisiko terkoreksi menguji 5.797.

"IHSG berpotensi menguji resistance Fibonacci di level 5.965. Namun jika gagal menembus level tersebut, indeks berisiko terkoreksi menguji 5.797," ujar Ivan.

Ivan memprediksi rentang pergerakan harian di level support 5.871, 5.739, 5.607, dan 5.472, serta resistance di 6.083, 6.256, 6.545, dan 6.835. Ia merekomendasikan saham ADMR, ADRO, dan UNVR untuk diperhatikan investor.

Volume Transaksi Tembus Rp12 Triliun

Data RTI Infokom mencatat, pada perdagangan Kamis (9/7) investor melakukan transaksi senilai Rp12,05 triliun dengan volume 27,08 miliar saham. Frekuensi perdagangan mencapai 2,24 juta kali transaksi.

Sentimen pasar terbilang positif dengan 327 saham menguat, 275 saham terkoreksi, dan 190 saham stagnan. Kondisi ini menunjukkan tekanan beli masih mendominasi, meski tidak merata di semua sektor.

Investasi mengandung risiko. Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top