Tuchel dan Solbakken Pusingkan Pilihan Winger, Kane dan Haaland Jadi Fokus di Laga Inggris vs Norwegia

Penulis: Lukman Hakim  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 23:53:31 WIB
Thomas Tuchel dan Ståle Solbakken masih mencari kombinasi winger ideal jelang laga Inggris vs Norwegia.

SULAWESI TENGAH — Laga Inggris kontra Norwegia di babak perempat final Piala Dunia musim panas ini menyajikan lebih dari sekadar duel dua mesin gol. Thomas Tuchel dan Ståle Solbakken sama-sama belum menemukan formula ideal di sektor sayap. Sepanjang turnamen, tak satu pun tim menyelesaikan pertandingan dengan duet winger yang memulai laga sejak menit pertama.

Empat Nama, Enam Kombinasi, Belum Ada yang Tetap

Tuchel telah menggunakan empat pemain sayap: Anthony Gordon, Marcus Rashford, Noni Madueke, dan Bukayo Saka. Dari enam kemungkinan kombinasi, hanya pasangan Gordon-Rashford yang belum ia coba—keduanya sama-sama lebih nyaman di sisi kiri.

“Keempat winger bersaing di level tertinggi,” ujar Tuchel setelah laga pembuka melawan Kroasia. Kompetisi internal ini terlihat dari menit bermain: tak ada satu pun dari mereka yang mencatatkan lebih dari 57 persen dari total menit yang tersedia di Piala Dunia atau menjadi starter di lebih dari tiga dari lima pertandingan.

Pola Rotasi yang Berubah Tiap Laga

Tuchel semakin cepat menarik winger-startingnya di setiap pertandingan. Pola menarik muncul: dalam tiga laga terakhir, starter di sayap adalah dua pemain yang mengakhiri laga sebelumnya. Keputusan ini bisa jadi dipengaruhi kebutuhan taktik spesifik lawan.

Gordon memimpin rata-rata panjang carry bola di skuad Inggris (14,9 meter), sementara Madueke unggul dalam total jarak carry per 90 menit (255,8 meter). Rashford menjadi winger Inggris paling efektif dalam carry yang berujung tembakan—ia mencetak gol dari satu momen seperti itu melawan Kroasia. Adapun Saka, hanya dua pemain di turnamen ini yang menciptakan lebih banyak gol setelah carry bola darinya; salah satunya adalah winger Norwegia, Andreas Schjelderup.

Solbakken Lebih Terstruktur, Schjelderup Ancaman Nyata

Berbeda dengan Tuchel, Solbakken memiliki pola lebih jelas. Duet Antonio Nusa dan Alexander Sørloth menjadi starter di tiga dari empat laga yang dianggap sebagai tim utama. Schjelderup dan Oscar Bobb selalu menjadi finisher di laga-laga tersebut.

Schjelderup baru sekali menjadi starter, tepatnya saat Solbakken merotasi 10 pemain di laga grup terakhir melawan Prancis. Namun, setelah memberikan assist untuk kedua gol Haaland ke gawang Brasil, pemain berusia 22 tahun itu berpeluang masuk XI awal melawan Inggris.

Ancaman dari Sisi Kiri Norwegia, Tugas Berat Bek Kanan Inggris

Fakta menarik: keempat assist yang diciptakan para winger Norwegia di turnamen ini semuanya berasal dari sisi kiri. Ini menjadi peringatan serius bagi bek kanan Inggris untuk memutus jalur suplai ke Haaland. Di sisi lain, lini belakang Norwegia menghadapi tantangan lebih bervariasi dari sayap Inggris, meski tujuan utamanya tetap sama: menghentikan Kane atau Haaland.

Nama besar mungkin akan menghiasi headline, tapi siapa yang tampil di sayap bisa jadi penentu hasil akhir laga ini.

Reporter: Lukman Hakim
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top