MAKASSAR — Dekranasda Sulawesi Tengah memanfaatkan momen HUT Dekranas ke-46 untuk memperkenalkan kekayaan kriya daerah ke panggung nasional. Berbagai produk dipamerkan, mulai dari Tenun Donggala yang merupakan warisan budaya, hingga aneka kriya, aksesori, fesyen, dan hasil UMKM binaan.
Acara yang berlangsung di Makassar pada Jumat lalu ini dihadiri oleh seluruh Dekranasda se-Indonesia. Sry Nirwanti Bahasoan menegaskan bahwa partisipasi pihaknya bertujuan untuk memperkuat sinergi antar daerah dalam mengembangkan industri kerajinan yang berdaya saing.
“Melalui momentum ini, kami ingin memperkenalkan kekayaan kriya Sulawesi Tengah kepada masyarakat yang lebih luas. Tenun Donggala dan berbagai produk kerajinan lokal merupakan hasil kreativitas serta kearifan budaya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus identitas daerah,” ujar Sry Nirwanti Bahasoan dalam keterangannya, Sabtu (11/7/2026).
Tenun Donggala menjadi primadona dalam pameran tersebut. Kain tradisional khas Sulteng ini tidak hanya dinilai dari segi estetika, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikelola dan dipasarkan secara tepat.
Dekranasda Sulteng berharap produk-produk ini semakin dikenal, diminati, dan mampu menembus pasar yang lebih luas. Kehadiran di ajang nasional seperti HUT Dekranas menjadi langkah konkret untuk mewujudkan target tersebut.
Sry Nirwanti Bahasoan menambahkan, pihaknya berkomitmen mendampingi para pengrajin secara berkelanjutan. Pendampingan mencakup pembinaan teknis, peningkatan kualitas produk, inovasi desain, hingga perluasan akses pemasaran.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk kerajinan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis UMKM. “Kami ingin produk Sulteng tidak hanya dikenal di dalam negeri, tapi juga mampu bersaing di pasar global,” kata Sry.
Perayaan HUT Dekranas ke-46 juga menjadi ajang apresiasi terhadap kreativitas para perajin dari seluruh Indonesia. Melalui semangat kolaborasi dan inovasi, Dekranas diharapkan terus menjadi wadah yang memperkuat pelestarian warisan budaya sekaligus mendorong kemajuan industri kerajinan nasional yang berkelanjutan.