SULAWESI TENGAH — Keputusan S&P meredakan kekhawatiran pelaku pasar yang sempat mengkhawatirkan potensi penurunan peringkat utang Indonesia di tengah tekanan global. Sentimen ini langsung mendorong aksi beli di hampir seluruh sektor, dengan saham-saham berkapitalisasi besar menjadi motor penggerak utama.
Data perdagangan menunjukkan investor asing mencatatkan net buy yang signifikan di pasar reguler. Beberapa saham yang menjadi incaran antara lain:
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menilai, keputusan S&P menjadi katalis yang memperkuat kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia. “Ini mengonfirmasi bahwa risiko penurunan peringkat utang tidak terjadi, sehingga ekspektasi terhadap stabilitas makroekonomi tetap terjaga,” ujarnya.
Momentum penguatan IHSG dinilai masih bisa dilanjutkan dalam jangka pendek. Analis merekomendasikan investor untuk mencermati saham-saham yang fundamentalnya kuat dan terdorong oleh sentimen positif ini.
Beberapa saham yang masuk dalam radar perdagangan hari ini antara lain ADRO dan ITMG di sektor energi, serta BBCA dan BBRI di sektor perbankan. Pergerakan harga saham-saham ini diproyeksikan masih memiliki ruang naik seiring dengan aliran dana asing yang kembali masuk.
Meskipun sentimen domestik positif, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai tekanan dari eksternal. Kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS (The Fed) dan penguatan dolar AS masih menjadi bayang-bayang yang bisa membatasi ruang gerak IHSG.
Alrich menambahkan, investor sebaiknya tetap selektif dan tidak serta-merta melakukan aksi beli tanpa analisis. “Fokus pada saham dengan valuasi menarik dan prospek laba yang solid,” pungkasnya.
Investasi mengandung risiko.