OpenAI Berpotensi Seret Jony Ive ke Sidang, Apple Terjepit di Kasus Pencurian Rahasia Dagang

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 19:48:01 WIB
Mantan desainer andalan Apple, Jony Ive, berpotensi ditarik ke persidangan oleh OpenAI dalam gugatan dugaan pencurian rahasia dagang yang diajukan Apple.

SULAWESI TENGAH — Gugatan Apple terhadap OpenAI atas dugaan pencurian rahasia dagang (trade secret) memasuki babak yang rumit. Meski Apple sengaja tidak menyebut nama Jony Ive dalam dokumen gugatan, perusahaan rintisan (startup) AI itu memiliki peluang untuk menarik mantan desainer andalan Apple tersebut ke ruang sidang.

Dikutip dari bahan artikel yang diterima redaksi, Apple menyebut keterlibatan “io”—yang dideskripsikan sebagai “usaha patungan yang didirikan oleh Tuan Tan dan mantan pemimpin Apple lainnya”—tanpa menyebut Ive, Evans Hankey, atau mantan eksekutif lainnya secara gamblang. Satu-satunya nama yang disebut langsung adalah Tang Tan dan Chang Liu, yang dituduh melakukan pelanggaran.

Mengapa Jony Ive Bisa Ditarik ke Sidang?

io Products adalah perusahaan milik Ive yang bermitra dengan OpenAI untuk mengembangkan perangkat keras yang kini menjadi inti gugatan. Dalam proses discovery (pengungkapan bukti), OpenAI bisa berargumen bahwa Ive memiliki pengetahuan relevan tentang proses pengembangan produk, data yang digunakan tim, dan apakah rahasia dagang Apple benar-benar dipakai.

“OpenAI memiliki kesempatan untuk membuat situasi menjadi sangat tidak nyaman bagi Apple,” tulis laporan tersebut. Jika OpenAI memutuskan untuk memanggil Ive, Apple akan dihadapkan pada skenario genting: mempertanyakan kredibilitas desainer yang menciptakan iPhone, iPad, dan MacBook ikonik di bawah sumpah.

Hubungan Apple-Ive: Antara Hormat dan Risiko

Sejak hengkang dari Apple pada 2019, Ive selalu menjaga sikap hormat terhadap mantan perusahaannya. Penampilan publik dan wawancaranya biasanya sangat terkontrol, termasuk keterlibatannya di Steve Jobs Archive bersama Laurene Powell Jobs. Awal tahun ini, ia bahkan menyumbang surat pribadi untuk proyek Letters to a Young Creator.

Apple pun membalas dengan cara serupa. Perusahaan asal Cupertino itu secara hati-hati membingkai ulang sejumlah keputusan kontroversial di era akhir kepemimpinan Ive—seperti keyboard kupu-kupu (butterfly keyboard) MacBook—sebagai langkah korektif, bukan kritik. Upaya menjaga jarak antara Ive dan gugatan ini adalah bagian dari strategi serupa.

Namun, Apple tidak punya kendali penuh atas siapa yang terlibat begitu kasus memasuki tahap discovery.

Bukan Pertama Kali Ive Bersaksi

Ini bukan kali pertama Jony Ive harus memberikan kesaksian dalam kasus hukum yang melibatkan Apple. Pada 2012, ia pernah menjalani deposisi dalam sengketa paten Apple melawan Samsung. Saat itu, ia menjawab pertanyaan soal proses desain Apple serta prototipe awal iPhone dan iPad.

Perbedaan kali ini: Ive akan berada di sisi lawan. Jika OpenAI benar-benar menariknya, hubungan yang selama ini terjaga rapi antara Ive dan Apple bisa renggang. Di sisi lain, Ive juga berpotensi merasa keberatan jika OpenAI menggunakan dirinya sebagai alat tawar-menawar melawan mantan bosnya.

Apakah Jony Ive akhirnya akan terseret ke ruang sidang? Keputusan ada di tangan pengadilan dan strategi hukum kedua pihak. Yang jelas, Apple kini harus bersiap menghadapi mimpi buruk: melawan legasi desainnya sendiri.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: 9to5mac.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top