Saham RAJA Ambles 2,72% di Hari Perdana Stock Split 1:5, Investor Ambil Cuan

Penulis: Oki Setiawan  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 10:42:01 WIB
Saham RAJA dibuka melemah 2,72 persen ke level Rp895 pada hari pertama perdagangan pasca-stock split 1:5.

SULAWESI TENGAH — Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham RAJA dibuka melemah 2,72 persen ke level Rp895 per unit pada Kamis (16/7) pukul 09.21 WIB. Volume transaksi tercatat sangat deras, mencapai 97,05 juta saham dengan nilai Rp87,93 miliar. Aksi ambil untung ini terjadi tepat pada hari efektif stock split.

Harga Teoritis Jadi Acuan

BEI telah menetapkan harga teoritis saham RAJA di Rp920 per saham setelah penyesuaian nilai nominal dari Rp25 menjadi Rp5 per saham. Angka ini merujuk pada harga penutupan cum date di pasar reguler yang berada di level Rp4.600 per saham.

Dengan rasio 1:5, setiap satu saham lama bernilai Rp4.600 kini terpecah menjadi lima saham dengan harga teoritis Rp920. Realisasi harga di sesi awal perdagangan yang berada di bawah angka tersebut menunjukkan tekanan jual cukup dominan.

Fenomena Profit Taking di Momen Stock Split

Pelemahan ini bukan hal baru dalam skema pemecahan saham. Sejumlah investor biasanya sudah mengakumulasi saham sejak pengumuman rencana stock split, lalu menjualnya saat harga teoritis berlaku untuk mengunci keuntungan. Pola serupa kerap terjadi pada emiten lain di bursa.

Secara fundamental, stock split tidak mengubah kapitalisasi pasar atau nilai perusahaan. Tujuan utamanya adalah meningkatkan likuiditas dan memperluas basis investor dengan harga per saham yang lebih terjangkau. Namun, efek psikologis pasar kerap memicu volatilitas di hari-hari awal.

Volume Transaksi Melonjak, Indikasi Spekulasi?

Volume perdagangan yang mencapai 97 juta saham dalam 21 menit pertama menunjukkan antusiasme tinggi, baik dari sisi pembeli maupun penjual. Nilai transaksi yang tembus Rp87 miliar menandakan perputaran uang yang cepat di sesi awal.

Investor ritel yang sebelumnya kesulitan membeli RAJA di harga Rp4.600 per saham kini memiliki akses lebih mudah. Namun, koreksi awal ini bisa menjadi momentum akumulasi bagi yang percaya pada prospek jangka panjang perusahaan migas tersebut.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top