SULAWESI TENGAH — Prosesi pemakaman berlangsung khidmat di Kensington Oval, Bridgetown, stadion utama Barbados yang memiliki paviliun khusus bernama Sobers. Jenazah Sobers yang meninggal pada 17 Juli lalu dalam usia 89 tahun, diberangkatkan dari Gedung Parlemen Bridgetown menggunakan kereta meriam, melewati ibu kota, sebelum tiba di stadion yang disambut barisan kehormatan pemukul kriket.
Lloyd, yang menjadi salah satu pembicara dalam upacara kebangsaan itu, menyampaikan penghormatan mendalam. "Sir Garfield Sobers bukan sekadar pemain kriket luar biasa di generasinya. Dia menghadirkan kombinasi langka antara kecemerlangan, imajinasi, keberanian, dan kegembiraan dalam permainan indah ini," ujar Lloyd dalam sambutannya.
Menurut Lloyd, Sobers adalah "seorang pria yang hidup di hati dan pikiran masyarakat Karibia dan menjadi sumber inspirasi bagi jutaan orang di seluruh dunia." Peti mati Sobers dibalut bendera Barbados selama prosesi.
Sobers memainkan 93 pertandingan Test antara 1954 dan 1974, mengumpulkan 8.032 run dan mengambil 235 wicket. Puncak kariernya terjadi pada 1958 saat ia mencetak 365 run tanpa terkalahkan melawan Pakistan — rekor yang bertahan sebagai skor Test tertinggi selama 36 tahun.
Pemain kidal yang mahir memukul dan melempar bola ini juga dinobatkan sebagai salah satu dari lima pemain kriket abad ke-20 versi Wisden. Saat bermain untuk Nottinghamshire pada 1968, Sobers menjadi pemain pertama yang berhasil memukul enam six dalam satu over di pertandingan kelas satu.
Upacara dihadiri sejumlah tokoh besar kriket Karibia, termasuk Brian Lara dan Desmond Haynes. Presiden Barbados Jeffrey Bostic, Perdana Menteri Mia Mottley, serta megabintang musik Rihanna turut hadir memberikan penghormatan terakhir.
Kapten Test West Indies, Roston Chase, bersama wakil kapten Jomel Warrican dan pemain asal Barbados lainnya juga hadir. Mereka baru saja menyelesaikan kemenangan Test atas Pakistan pada Senin (22/7) dengan selisih 90 run di Trinidad.
Brian Lara, yang menganggap Sobers sebagai mentornya, menegaskan bahwa acara ini bukanlah perpisahan yang menyedihkan. "Ini adalah momen bagi kita untuk merayakan. Hari ini kita merayakan kehidupan pemain serba bisa terhebat, seorang pria yang memberikan begitu banyak bagi keluarganya, Barbados, Karibia, dan kita semua yang memiliki hak istimewa mengenalnya," kata Lara.
Perdana Menteri Mottley menambahkan, Sobers adalah pria yang bahkan tanpa prestasi luar biasa di lapangan kriket pun akan dikenang sebagai "orang baik dan hebat" oleh komunitasnya. Surat dari Raja Charles III juga dibacakan dalam upacara tersebut, menyebut Sobers sebagai nama yang selalu mampu membuat orang tersenyum di Barbados, Karibia, dan Persemakmuran.
Jenazah Sobers disemayamkan di parlemen Barbados pada Senin dan di Kensington Oval pada Selasa sebelum akhirnya dimakamkan di Coral Ridge Memorial Gardens, selatan Barbados.