MOROWALI — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Morowali meminta Pemerintah Kabupaten setempat segera menindaklanjuti keluhan warga terkait kualitas air dari proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di dua desa. Permintaan itu merupakan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Kamis (30/7/2026) lalu.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Morowali, Irham. Hadir pula Asisten III Setkab Morowali, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Daerah Kabupaten Morowali, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Kabupaten Morowali, Camat Bungku Selatan, perwakilan Polres Morowali, serta Kepala Desa Paku dan Kepala Desa Jawi-jawi.
Dalam rapat tersebut, DPRD menindaklanjuti keluhan yang dirasakan masyarakat. Di Desa Paku, air dari proyek SPAM yang telah difungsikan dilaporkan keruh, payau, dan terasa gatal sehingga dianggap tidak layak dimanfaatkan. Sementara itu, warga Desa Jawi-Jawi juga mengeluhkan air yang dirasakan payau.
Berdasarkan keterangan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Daerah Kabupaten Morowali, proyek SPAM di kedua desa tersebut merupakan pekerjaan pembangunan baru Tahun Anggaran 2025. Progres pengerjaan dan masa pemeliharaannya dinyatakan telah tuntas.
Menanggapi kondisi tersebut, DPRD Kabupaten Morowali merekomendasikan kepada Pemerintah Daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Daerah untuk melakukan tindakan peningkatan kualitas. Rekomendasi itu mencakup penganggaran sistem penyediaan layanan air minum yang dipandang perlu guna memastikan air bersih yang layak dimanfaatkan masyarakat.
Rekomendasi ini menjadi tindak lanjut dari RDP yang digelar untuk mencari solusi atas permasalahan air bersih di Kecamatan Bungku Selatan. DPRD berharap Pemkab Morowali segera merealisasikan perbaikan kualitas air tersebut.