SULAWESI TENGAH — Avita kembali menggebrak pasar laptop Indonesia dengan Magus 2-in-1, sebuah perangkat hybrid yang bisa berubah jadi tablet dengan melepas keyboard. Harganya yang cuma Rp2,6 jutaan memang bikin melirik, apalagi buat pelajar atau mahasiswa yang butuh perangkat fleksibel. Tapi setelah kami bedah spesifikasinya, ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum mengeluarkan uang.
Avita Magus 2-in-1 menggunakan mekanisme detachable, artinya keyboard bisa dilepas total. Bobot total perangkat adalah 1,41 kg, dan saat keyboard dilepas, bobotnya turun jadi 1,07 kg. Ini cukup ringan untuk ukuran tablet 11,6 inci, apalagi dengan layar sentuh.
Sayangnya, bahan tidak menyebutkan kualitas keyboard dan trackpad-nya. Pertanyaan besarnya: apakah keyboard ini nyaman dipakai mengetik lama, atau malah jadi beban karena flimsy? Ini penting karena pengalaman mengetik bisa bikin frustrasi kalau kualitasnya jelek.
Avita Magus 2-in-1 varian ini dibekali prosesor Intel Celeron N4020 dengan grafis terintegrasi Intel HD Graphics 500. Ini adalah prosesor entry-level yang biasa dipakai di Chromebook murah. Performanya cukup untuk browsing, mengetik dokumen, dan streaming video. Tapi jangan harap bisa multitasking berat atau menjalankan aplikasi seperti Adobe Photoshop atau editing video.
RAM 4GB DDR4 dan penyimpanan 192GB eMMC juga jadi batasan. Sistem operasi Windows 11 sendiri sudah memakan hampir separuh kapasitas penyimpanan. Jadi, sisa ruang untuk aplikasi dan file sangat terbatas. eMMC juga lebih lambat dibandingkan SSD, jadi proses booting dan membuka aplikasi akan terasa lebih lama.
Layar berukuran 11,6 inci dengan resolusi 1920 x 1200 dan dukungan touchscreen sebenarnya cukup tajam untuk ukuran 11,6 inci. Namun, panel TFT (Twisted Nematic) biasanya memiliki sudut pandang sempit dan tingkat kecerahan yang lebih rendah dibandingkan IPS. Ini bisa jadi masalah saat dipakai di luar ruangan atau di bawah sinar matahari langsung.
Bagi mahasiswa yang sering kerja di kafe atau perpustakaan, layar TFT ini mungkin kurang nyaman. Tapi untuk pemakaian di dalam ruangan dengan pencahayaan terkontrol, masih oke.
Dengan harga Rp2,6 jutaan, Avita Magus 2-in-1 memang menjadi laptop hybrid termurah di pasaran. Tapi perlu diingat, di rentang harga yang sama, kamu bisa mendapatkan tablet Android atau iPad generasi sebelumnya dengan performa yang lebih baik untuk konsumsi konten. Atau, kamu bisa mencari laptop konvensional bekas dengan spesifikasi lebih tinggi.
Avita memberikan garansi resmi, yang menjadi nilai tambah. Tapi ketersediaan service center di Indonesia perlu dicek, karena Avita bukan merek sebesar ASUS atau Lenovo.
Avita Magus 2-in-1 cocok untuk: Pelajar atau mahasiswa yang butuh perangkat kedua untuk mengetik ringan, browsing, dan menonton video. Atau sebagai tablet tambahan di rumah dengan fungsi laptop darurat. Harganya yang murah juga cocok buat yang budget terbatas.
Kurang cocok untuk: Siapa pun yang menjadikan ini laptop utama. Performa Celeron N4020 dan RAM 4GB akan terasa lambat untuk pekerjaan kantoran, coding, atau desain grafis. Layar TFT juga kurang nyaman untuk pemakaian outdoor.
Kesimpulannya, Avita Magus 2-in-1 adalah bukti bahwa harga murah selalu punya konsekuensi. Kamu dapat fleksibilitas hybrid, tapi harus rela dengan performa yang pas-pasan. Kalau kamu tahu batasannya dan siap berkompromi, ini bisa jadi pilihan menarik. Tapi kalau butuh laptop yang benar-benar bisa diandalkan untuk kerja, cari opsi lain dengan prosesor yang lebih bertenaga.