Pencarian

Petugas Masih Padamkan Api di TPA Jatiwaringin Hari ke-10, Helikopter Dikerahkan dari Udara

Kamis, 09 Juli 2026 • 10:36:31 WIB
Petugas Masih Padamkan Api di TPA Jatiwaringin Hari ke-10, Helikopter Dikerahkan dari Udara
Helikopter dan alat berat dikerahkan untuk memadamkan kebakaran di TPA Jatiwaringin hari ke-10.

SULAWESI TENGAH — Kebakaran di TPA Jatiwaringin belum juga bisa diatasi sepenuhnya meski upaya pemadaman telah berlangsung lebih dari seminggu. Hingga hari kesepuluh, asap masih mengepul dari beberapa titik di area pembuangan, memaksa petugas mengerahkan helikopter dan alat berat secara simultan.

Helikopter dan Alat Berat Dikerahkan untuk Jangkau Titik Sulit

Pemadaman dari udara dilakukan menggunakan helikopter yang menjatuhkan air secara bertahap ke lokasi yang sulit dijangkau. Sementara itu, alat berat seperti buldoser dan ekskavator dikerahkan untuk meratakan tumpukan sampah agar api bisa dipadamkan dari permukaan.

Kombinasi dua metode ini dianggap paling efektif mengingat karakteristik kebakaran yang merambat di bawah permukaan sampah. Api seringkali muncul kembali setelah pemadaman karena material organik di dalam timbunan masih terbakar.

Asap Mengganggu Warga, Petugas Kejar Waktu

Kepulan asap yang terus membubung membuat warga di sekitar TPA Jatiwaringin mengeluhkan gangguan pernapasan. Beberapa di antaranya memilih menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah karena bau menyengat dari lokasi kebakaran masih tercium.

Petugas pemadam kebakaran menargetkan api benar-benar bisa dipadamkan dalam beberapa hari ke depan. Namun, kondisi cuaca yang kering dan angin yang bertiup kencang kerap menghambat laju pemadaman, terutama saat helikopter kesulitan menjatuhkan air secara presisi.

Langkah Lanjutan: Pembasahan Berlapis dan Pengawasan Intensif

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas akan melakukan pembasahan berlapis menggunakan foam dan air untuk mencegah munculnya kembali titik api. Proses ini diperkirakan memakan waktu tambahan mengingat volume sampah di TPA yang mencapai puluhan ribu ton.

Pemerintah Kota Tangerang juga telah menyiagakan tim pemantau untuk mengawasi titik-titik rawan selama 24 jam. Langkah ini diambil agar kebakaran serupa tidak kembali terjadi dalam waktu dekat, terutama saat musim kemarau seperti sekarang.

Follow www.sultengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: news.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks