SIGI — Rata-rata produktivitas padi di Sulawesi Tengah masih tertinggal dibandingkan potensi optimalnya. Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengungkapkan, saat ini capaian panen petani di provinsi itu baru berada di angka 4 ton per hektare.
“Untuk Sulawesi Tengah ini rata-rata baru 4 ton per hektare, mungkin ada yang sudah 6 ton, tapi rata-ratanya Sulteng itu baru 4 ton per hektare,” kata Anwar saat ditemui di Sigi, Selasa.
Target 6 Ton per Hektare dan Program Berani Panen Raya
Pemprov Sulteng pun mendorong peningkatan signifikan melalui program Berani Panen Raya. Anwar menargetkan produksi bisa naik menjadi 6 hingga 7 ton per hektare.
“Jadi salah satu langkah nyata kita dengan menargetkan produksi padi 6 ton per hektare. Mudah-mudahan 6 ton per hektare ini akan bisa terlaksana agar meningkatkan produktivitas petani, sehingga petani menjadi lebih sejahtera,” ujarnya.
Luas Lahan dan Cetak Sawah Baru di 10 Kabupaten
Saat ini, luas baku sawah di Sulawesi Tengah mencapai 126 ribu hektare. Untuk mengejar target produktivitas, pemerintah mengandalkan program cetak sawah baru yang diyakini bisa melahirkan petani-petani baru.
Realisasi kontrak cetak sawah baru di Sulteng sudah mencapai 6.163 hektare atau 60,54 persen dari target 10.180 hektare. Lahan tersebut tersebar di 10 wilayah, yakni Buol, Donggala, Morowali Utara, Tojo Una-una, Tolitoli, Poso, Sigi, Banggai, Parigi Moutong, dan Banggai Laut.
Kolaborasi Pusat-Daerah untuk Swasembada Pangan
Anwar menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat dalam meningkatkan kualitas hasil pertanian. Pemprov Sulteng disebut akan membantu daerah melalui penyuluh dan balai penyuluhan pertanian (BPP) di lapangan.
“Jadi Pemprov Sulteng ikut membantu kabupaten/kota, penyuluh dan balai penyuluhan pertanian (BPP) di lapangan agar kualitas hasil pertaniannya bagus dan meningkat,” kata dia.
Langkah ini diharapkan mampu menyumbangkan ketahanan pangan nasional di masa mendatang. Dengan cetak sawah baru dan perbaikan produktivitas, Sulteng optimistis bisa menjadi salah satu lumbung pangan di kawasan timur Indonesia.