Pencarian

11 Penari Komunitas Seni Rompong Luwuk Bawakan Tari Etnis Nusantara hingga Gepe-gepe di Festival Thailand 2026

Rabu, 29 Juli 2026 • 14:13:01 WIB
11 Penari Komunitas Seni Rompong Luwuk Bawakan Tari Etnis Nusantara hingga Gepe-gepe di Festival Thailand 2026
Sebelas penari Komunitas Seni Rompong Luwuk akan membawakan Tari Etnis Nusantara, Tari Gepe-gepe, dan Tari Saulu Kape di Festival Thailand 2026.

BANGGAI — Sebelas penari Komunitas Seni Rompong (KSR) Luwuk akan membawakan tiga materi pertunjukan di panggung internasional Thailand akhir Juli mendatang. Mereka tidak hanya menampilkan tari etnis Nusantara dari berbagai daerah, tetapi juga dua tarian khas dari tanah asal mereka, Sulawesi Tengah.

Tiga Materi Tari yang Dibawa ke Panggung Thailand

Direktur KSR Banggai, Subrata Kalape, menjelaskan delegasi akan mementaskan Tari Etnis Nusantara yang merupakan medley dari Aceh, Batak, Padang, Melayu, Kalimantan, Balantak, dan Saluan. Selain itu, mereka juga membawakan Tari Gepe-gepe dan Tari Saulu Kape.

“Keikutsertaan kami bukan hanya mewakili Komunitas Seni Rompong, tetapi juga membawa nama Indonesia, khususnya Sulawesi Tengah, serta kekayaan budaya Kabupaten Banggai,” ujar Subrata Kalape yang juga menjabat sebagai Pembina KSR Luwuk, Selasa (28/7/2026).

Jadwal Padat: Dari Parade di Mall hingga Prosesi Lilin Air

Selama enam hari di Thailand, para penari akan tampil di sejumlah lokasi. Pada 28 Juli, mereka akan unjuk kebolehan di Ayutthaya Floating Market. Keesokan harinya, mereka berpartisipasi dalam Festival Prosesi Lilin Air di Lat Chado District, Ayutthaya—sebuah upacara yang melambangkan pengabdian dan perbuatan baik selama masa Puasa Buddha.

Puncak penampilan dijadwalkan pada 30 Juli di Central Marina Pattaya Shopping Mall. Parade dan pertunjukan tari tradisional akan digelar mulai pukul 17.00 waktu setempat.

Misi Diplomasi Budaya dari Bumi Serasi

Subrata menambahkan, partisipasi ini merupakan bentuk komitmen KSR melestarikan seni budaya lokal seiring semangat Gubernur Sulawesi Tengah dalam misi memajukan sektor budaya dan pariwisata, yakni Berani Harmoni.

“Delegasi Indonesia diharapkan dapat memperkuat hubungan persahabatan antarbangsa, sekaligus menjadi duta budaya yang mempromosikan nilai-nilai keberagaman, toleransi, dan perdamaian,” jelasnya.

Festival bertajuk ‘Light of Faith, Culture of the World’ ini tidak hanya berisi pertunjukan seni. Para peserta juga akan mengikuti forum pertukaran budaya dan kunjungan wisata yang melibatkan seniman dari empat negara.

Daftar Penari dan Pendamping

Kesebelas penari yang berangkat adalah Annisa Putri Syam Baring, Mutia Safitri, Fadhila Salsabilah Suma, Ayesha Azzara K Djawa, Aqilah Nafisha Maharani, Kinanti Ayunindyta Pakaya, Intan Kirana Rabani A Lapada, Dea Alisa Putri Ispranoto, Livinia Lumentut, Asyifa Nur Amalia, dan Jinan Diva Shaquila Wongkar.

Mereka didampingi Amar Aprizal sebagai Road Manager, Subrata Kalape sebagai Direktur, Amalia Laise sebagai Koreografer, dan Rabiatul Adawiah Laise sebagai Official.

Follow www.sultengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banggairaya.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks