MOROWALI — Kasat Lantas Polres Morowali, IPTU Ni Nyoman Sukreni, membuka dialog dengan kalimat yang langsung mencairkan suasana. "Kami datang bukan untuk menakut-nakuti. Kami datang karena kalian garda terdepan di jalan. Muatan banyak, jarak tempuh jauh, risikonya juga besar," ujarnya di hadapan para sopir angkutan barang.
Fokus Utama: Bahaya ODOL dan Safety Riding
Dalam penyuluhan yang dikemas santai, polisi menyoroti dua persoalan krusial. Pertama, kendaraan over dimension over loading (ODOL) yang tidak hanya rawan kecelakaan tapi juga merusak jalan. Kedua, penerapan safety riding yang mengutamakan kewaspadaan dan kesiapan fisik-mental pengemudi.
IPTU Nyoman membacakan pesan utama dengan lantang: "Mari wujudkan jalan raya yang aman. Hormati pengguna jalan lain, patuhi rambu, lengkapi surat kendaraan, jangan ugal-ugalan. Hindari muatan berlebihan dan pastikan pengemudi punya SIM. Keselamatan dimulai dari kita."
Diskusi Cair, Bukan Sekadar Ceramah
Para sopir angkutan barang yang akrab disapa "Opang" ini tidak hanya duduk diam. Sesi tanya jawab berlangsung cair. Mereka bertanya soal aturan terbaru, risiko di jalan, hingga cara menghindari kebiasaan melawan arus yang kerap terjadi di ruas Bungku Tengah.
"Biasanya ketemu polisi pas razia. Ini pertama kali diajak ngobrol santai soal keselamatan. Mantap," ujar salah satu ketua komunitas yang hadir.
Harapan Jadi Pelopor Keselamatan
Kegiatan ini bagian dari Program Kamseltibcarlantas Polres Morowali 2026. Polisi berharap para sopir angkutan barang tidak sekadar mencari nafkah, tapi juga menjadi pelopor keselamatan di jalan. "Kalau kalian selamat, keluarga di rumah juga tenang," kata Nyoman.
Acara ditutup dengan pembagian brosur dan pemasangan spanduk pesan keselamatan. Sat Lantas Polres Morowali memastikan program Polantas Karib akan terus berlanjut ke komunitas-komunitas lain di wilayah hukum mereka.