SULAWESI TENGAH — Pemerintah Komune Dang Thuy Tram, Provinsi Quang Ngai, resmi mengumumkan pengembangan produk wisata trekking bertajuk "Membangkitkan Jalur Hijau" pada 31 Juli lalu. Langkah ini merupakan hasil survei pendahuluan yang dilakukan untuk memperkaya pengalaman wisatawan di kawasan dataran tinggi Bui Hui, yang selama ini lebih dikenal sebagai destinasi berkemah dan berburu panorama awan.
Daya Tarik Utama: Dari Padang Rumput ke Ekosistem Hutan
Bui Hui terletak di ketinggian 628-700 meter di atas permukaan laut, menghadirkan iklim sejuk yang kontras dengan wilayah pesisir Quang Ngai. Hamparan padang rumput luas yang diapit pegunungan dan hutan menjadi modal utama destinasi ini. Pemandangan lautan awan, matahari terbit, dan senja yang dramatis sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.Keunikan lain yang menjadi ciri khas Bui Hui adalah perbukitan myrtle alami seluas sekitar 20 hektar. Saat musim mekar tiba, area ini berubah menjadi lautan ungu, sebuah pemandangan yang sulit ditemukan di destinasi lain di Quang Ngai. Rute trekking baru ini akan membawa wisatawan melewati ekosistem hutan yang masih alami, dimulai dari area padang rumput dan menembus rute lereng Ba Tang.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan
Produk wisata "Membangkitkan Jalur Hijau" dirancang bukan hanya sebagai perjalanan fisik, tetapi juga eksplorasi budaya. Sepanjang perjalanan, wisatawan dapat: - Menyusuri jalur trekking melintasi hutan dan lereng Ba Tang menuju Bui Hui - Berhenti di titik-titik panorama untuk menikmati pemandangan lembah dan perbukitan - Mengenal ruang budaya masyarakat Hrê, suku asli yang mendiami kawasan dataran tinggi - Mengunjungi desa-desa di sekitar kawasan serta situs-situs sejarah yang terkait dengan Zona Aman Ba To - Berkemah atau menikmati matahari terbit dari puncak padang rumputRencana Pengembangan dan Keterlibatan Masyarakat Lokal
Pemerintah setempat menyadari bahwa eksploitasi Bui Hui sebagai sekadar tempat wisata foto tidak akan mengoptimalkan potensi kawasan ini. Karena itu, pengembangan trekking dirancang dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai pemangku kepentingan utama. Layanan seperti tur berpemandu, akomodasi komunitas, kuliner lokal, hingga suvenir khas akan dikelola untuk menciptakan mata pencaharian tambahan bagi warga sekitar.Tim survei yang diturunkan telah menilai bentang alam, ekosistem hutan, serta lokasi potensial untuk tempat peristirahatan di sepanjang rute. Aspek keselamatan pengunjung dan konektivitas dengan destinasi wisata yang sudah ada juga menjadi pertimbangan utama. Pembangunan rute dilakukan dengan memperhatikan perlindungan sumber daya hutan dan pelestarian identitas budaya lokal, agar pariwisata berkembang secara ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Cara Menuju Lokasi
Padang Rumput Bui Hui berada di Komune Dang Thuy Tram, Provinsi Quang Ngai, Vietnam. Dari pusat kota Quang Ngai, perjalanan menuju kaki bukit memakan waktu beberapa jam dengan kendaraan pribadi atau sewa. Jalur trekking yang dikembangkan nantinya akan menjadi titik awal bagi wisatawan yang ingin menjelajah lebih dalam ke kawasan hutan dan perbukitan.Informasi Tiket dan Jadwal
Hingga saat ini, tarif resmi untuk produk trekking "Membangkitkan Jalur Hijau" belum diumumkan. Wisatawan yang berencana berkunjung disarankan menghubungi dinas pariwisata Provinsi Quang Ngai atau Komite Rakyat Komune Dang Thuy Tram untuk informasi terkini. Festival Padang Rumput Bui Hui sendiri dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026, menjadikan momen tersebut waktu yang tepat untuk merasakan pengalaman trekking perdana di jalur baru ini.Tips Berkunjung
Waktu terbaik untuk menikmati Bui Hui adalah saat musim kemarau ketika cuaca cerah dan jalur trekking lebih aman dilalui. Wisatawan disarankan membawa perlengkapan hiking yang memadai, air minum yang cukup, serta kamera untuk mengabadikan momen matahari terbit di atas lautan awan. Hormati adat istiadat masyarakat Hrê dan jaga kebersihan kawasan dengan membawa pulang sampah Anda.Kunjungan ideal ke Bui Hui membutuhkan waktu setidaknya dua hari satu malam untuk menikmati pengalaman trekking sekaligus berkemah di padang rumput. Dengan hadirnya jalur "Membangkitkan Jalur Hijau", kawasan ini siap bertransformasi dari sekadar tempat singgah menjadi ruang wisata yang menghubungkan alam, budaya, dan sejarah dataran tinggi Quang Ngai.