SIGI — Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, tidak akan meninggalkan jalur ekonomi hijau dalam setiap kebijakan pembangunan daerah. Komitmen itu kembali ditegaskan di tengah penjajakan kerja sama dengan Faminas Investment Group untuk investasi sumber daya alam dan transformasi digital.
"Jadi komitmen pemerintah daerah sudah jelas bahwa kita berbicara tentang ekonomi hijau yakni emas hijau, tidak ada yang lain-lain. Alhamdulillah komitmen itu masih terjaga hingga saat ini," kata Kepala Bapperida Sigi Agus Munandar di Bora, Jumat.
Dua Sektor Andalan Ditawarkan ke Investor
Agus menjelaskan, potensi yang ditawarkan kepada calon investor selaras dengan visi daerah. Sektor pertanian, khususnya kakao, serta peternakan sapi perah dan sapi pedaging menjadi komoditas unggulan yang dipromosikan.
"Tentunya penjajakan dengan Faminas Investment Group ini merupakan peluang kerja sama investasi sumber daya alam dan transformasi digital sehingga kami menawarkan bagaimana potensi yang ada di Sigi seperti pertanian untuk kakao dan peternakan yakni sapi perah, sapi susu, serta sapi pedaging," ujar Agus.
Di sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Sigi menjadikan Festival Danau Lindu yang dijadwalkan berlangsung pada 23 hingga 25 Juli 2026 sebagai pintu masuk promosi investasi.
Model Bisnis B2G Jadi Jembatan Awal
Agus mengakui pola kerja sama dengan Faminas Investment Group masih dalam tahap awal. Model bisnis yang mungkin diterapkan adalah Business-to-Government (B2G), di mana perusahaan swasta menyediakan produk, layanan, atau informasi secara langsung kepada instansi pemerintah.
"Untuk pola kerja sama antara pemerintah daerah dengan Faminas Investment Group belum ada, hanya memang biasanya ada istilah B2G atau Business-to-Government yakni model bisnis di mana perusahaan swasta menjual atau menyediakan produk, layanan, dan informasi secara langsung kepada instansi pemerintah," kata Agus.
Bupati: Langkah Awal Kemitraan Saling Untung
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menyebut penjajakan ini sebagai langkah awal membangun kemitraan yang saling menguntungkan antara investor dan masyarakat Sigi. Ia berharap kolaborasi itu bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja baru.
"Harapannya melalui kolaborasi tersebut bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mempercepat terwujudnya Kabupaten Sigi yang maju dan berdaya saing di masa mendatang," kata Rizal.
Produksi Padi Capai 142.000 Ton, Potensi Sapi 26.000 Ekor
Data dari Pemerintah Kabupaten Sigi menunjukkan, produktivitas padi di daerah tersebut pada tahun 2025 mencapai 6,6 ton per hektare. Total produksi padi di Kabupaten Sigi mencapai 142.000 ton.
Sementara itu, potensi peternakan sapi potong di klaster Kulawi Raya tercatat mencapai 26.006 ekor. Angka ini menjadi modal bagi pengembangan investasi di sektor peternakan yang masuk dalam prioritas ekonomi hijau daerah.