Pencarian

IHSG Melonjak 1,92% ke 6.037 Setelah S&P Pertahankan Peringkat Utang RI, Simak Rekomendasi Saham

Selasa, 14 Juli 2026 • 08:35:31 WIB
IHSG Melonjak 1,92% ke 6.037 Setelah S&P Pertahankan Peringkat Utang RI, Simak Rekomendasi Saham
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,92 persen ke level 6.037 pada perdagangan hari ini.

SULAWESI TENGAH — Keputusan S&P meredakan kekhawatiran pelaku pasar yang sempat mengkhawatirkan potensi penurunan peringkat utang Indonesia di tengah tekanan global. Sentimen ini langsung mendorong aksi beli di hampir seluruh sektor, dengan saham-saham berkapitalisasi besar menjadi motor penggerak utama.

Saham Pendorong dan Aksi Investor Asing

Data perdagangan menunjukkan investor asing mencatatkan net buy yang signifikan di pasar reguler. Beberapa saham yang menjadi incaran antara lain:

  • Sektor perbankan: BBCA, BBRI, BMRI
  • Sektor tambang dan energi: ADRO, ITMG, PTBA
  • Sektor barang konsumsi: UNVR, ICBP

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menilai, keputusan S&P menjadi katalis yang memperkuat kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia. “Ini mengonfirmasi bahwa risiko penurunan peringkat utang tidak terjadi, sehingga ekspektasi terhadap stabilitas makroekonomi tetap terjaga,” ujarnya.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Momentum penguatan IHSG dinilai masih bisa dilanjutkan dalam jangka pendek. Analis merekomendasikan investor untuk mencermati saham-saham yang fundamentalnya kuat dan terdorong oleh sentimen positif ini.

Beberapa saham yang masuk dalam radar perdagangan hari ini antara lain ADRO dan ITMG di sektor energi, serta BBCA dan BBRI di sektor perbankan. Pergerakan harga saham-saham ini diproyeksikan masih memiliki ruang naik seiring dengan aliran dana asing yang kembali masuk.

Faktor Global Tetap Jadi Risiko

Meskipun sentimen domestik positif, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai tekanan dari eksternal. Kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS (The Fed) dan penguatan dolar AS masih menjadi bayang-bayang yang bisa membatasi ruang gerak IHSG.

Alrich menambahkan, investor sebaiknya tetap selektif dan tidak serta-merta melakukan aksi beli tanpa analisis. “Fokus pada saham dengan valuasi menarik dan prospek laba yang solid,” pungkasnya.

Investasi mengandung risiko.

Follow www.sultengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: insight.kontan.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks