SULAWESI TENGAH — DP World mengumumkan pengoperasian unit-unit listrik tersebut sebagai fase pertama dari program modernisasi terminal yang lebih luas. Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari Charged, perusahaan menargetkan total 44 traktor terminal listrik, tiga reach stacker listrik, empat derek dermaga (quay crane) listrik baru, dan lima belas derek gantry (RTG) kelas 40 ton akan dikirimkan penuh sebelum akhir 2027.
Traktor Terminal Listrik Terberg YT203-EV dengan Baterai 236 kWh
Meski rilis pers tidak menyebutkan merek spesifik untuk traktor di Santos, DP World memiliki hubungan erat dengan pabrikan asal Belanda, Terberg. Sebelumnya, Terberg telah memasok 20 unit YT203-EV di terminal Callao, Peru, serta puluhan unit lainnya di London Gateway, Inggris.
Model YT203-EV dibekali paket baterai berkapasitas 236 kWh. Di Callao, unit ini mampu beroperasi hingga 20 jam sehari dengan rata-rata nyaris 12 jam operasi dalam sekali pengisian daya. Data operasional menunjukkan penurunan konsumsi diesel sebesar 29,2 persen pada periode Januari hingga April 2026 dibandingkan rata-rata tahun 2024.
Target Penurunan Emisi Karbon Lebih dari 500 Ton
DP World Brazil memperkirakan modernisasi armada ini akan mengurangi emisi karbon lebih dari 500 ton. “Kami terus berinvestasi pada infrastruktur dan peralatan yang memungkinkan kami memberikan kapasitas, keandalan, efisiensi, dan keberlanjutan yang lebih besar bagi pelanggan,” ujar Fabio Siccherino, CEO DP World Brazil, dalam keterangan resmi. Menurutnya, kendaraan listrik ini memperkuat operasi saat ini sambil mendukung peningkatan volume perdagangan dan pertumbuhan jangka panjang Brasil.
Investasi ini tidak hanya berdampak pada lingkungan. Penghematan bahan bakar diesel secara langsung menekan biaya operasional jangka panjang, menjadikan elektrifikasi sebagai langkah strategis yang menguntungkan secara finansial sekaligus ekologis.