SULAWESI TENGAH — Panggung IFW 2026 tidak hanya diisi oleh desainer ternama. Di sela-sela hiruk pikuk industri mode, 11 pelaku usaha kecil binaan Pertamina Patra Niaga mencoba peruntungan dengan memamerkan produk unggulan mereka. Mereka hadir membawa beragam karya, mulai dari fesyen siap pakai, aksesori, hingga kerajinan tangan bernilai seni tinggi.
Keterlibatan UMKM binaan ini bukan tanpa sebab. Pertamina Patra Niaga memang tengah gencar melakukan pendampingan terhadap usaha mikro di sektor non-BBM, khususnya industri kreatif. Program ini dinilai penting karena sektor fesyen dan kriya merupakan salah satu penyumbang devisa negara yang signifikan.
Dari Pelatihan Kompor Listrik Menuju Panggung Mode
Yang menarik, sebagian dari UMKM yang tampil di IFW 2026 ini merupakan binaan dari program Rumah UMKM Pertamina yang tersebar di berbagai wilayah. Mereka telah melalui proses kurasi ketat dan pelatihan intensif, termasuk dalam hal standarisasi produk, pengemasan, hingga strategi pemasaran digital.
“Kami tidak hanya hadir sebagai peserta pameran. Kami ingin memastikan produk UMKM binaan memiliki kualitas yang setara dengan produk komersial lainnya,” ujar salah satu perwakilan manajemen Pertamina Patra Niaga di sela acara, kemarin.
“Kurasi dan pendampingan dilakukan berbulan-bulan sebelum event ini. Targetnya jelas, mereka harus siap menerima pesanan dalam jumlah besar,” tambahnya.
Menargetkan Transaksi dan Ekspansi Pasar
Kehadiran di IFW 2026 bukan sekadar ajang pamer. Pertamina Patra Niaga menargetkan terjadi transaksi langsung maupun kerja sama dagang antara UMKM binaannya dengan buyer ritel modern maupun butik. Potensi ini dinilai sangat besar mengingat IFW merupakan barometer tren fesyen Asia Tenggara.
Selain mengejar omzet, para pelaku UMKM ini juga diharapkan mendapatkan pengetahuan baru mengenai preferensi pasar. Dengan begitu, mereka mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan tren yang terjadi.
Langkah Pertamina Patra Niaga ini sejalan dengan dorongan pemerintah untuk memperkuat peran BUMN dalam rantai pasok nasional. Dengan membawa UMKM ke panggung internasional, perusahaan pelat merah ini tidak hanya membangun citra, tetapi juga menciptakan ekosistem bisnis yang lebih inklusif bagi pengusaha kecil di tanah air.
Ke depan, perusahaan berencana memperluas jumlah UMKM binaan yang dilibatkan dalam pameran dagang berskala besar, terutama yang memiliki potensi ekspor tinggi.