Pencarian

PLN UP3 Tahuna Gelar Pelatihan Olah Sampah Organik, Targetkan Lingkungan Kerja Bersih dan Dukung Net Zero Emissions

Rabu, 12 Agustus 2026 • 10:54:31 WIB
PLN UP3 Tahuna Gelar Pelatihan Olah Sampah Organik, Targetkan Lingkungan Kerja Bersih dan Dukung Net Zero Emissions
PLN UP3 Tahuna menggelar pelatihan pengolahan sampah organik untuk mendukung lingkungan kerja bersih dan target Net Zero Emissions di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

SULAWESI TENGAH — Kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Kepulauan Sangihe ini menghadirkan dua narasumber, yakni Anderson Sandil, SST selaku Penyuluh Pertanian Ahli Pertama Kementan RI serta Celline Army Sandil sebagai Trainer Eco Enzyme Nusantara. Para peserta dibekali materi praktis mulai dari teknik pemilahan limbah rumah tangga hingga pembuatan kompos dan eco enzyme yang ramah lingkungan.

Mengapa PLN Melatih Pegawainya Mengolah Sampah?

Langkah ini bukan sekadar program seremonial. General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, menegaskan bahwa penerapan nilai keberlanjutan harus dimulai dari unit terdepan dan dibiasakan dari hal-hal kecil di lingkungan kerja.

“Komitmen PLN dalam mendukung transisi energi dan keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan listrik hijau, tetapi juga lewat budaya insan PLN yang sadar lingkungan. Inisiatif pengolahan sampah organik di Tahuna ini merupakan langkah nyata dalam mendukung pencapaian Net Zero Emissions,” tegasnya.

Menurut Usman, semangat menjaga kelestarian bumi ini diharapkan terus digelorakan dan menjadi standar perilaku sehari-hari seluruh pegawai, bukan hanya saat ada program khusus.

Dari Dapur Kantor Jadi Pupuk dan Eco Enzyme

Dalam sesi pelatihan, Anderson Sandil menjelaskan bahwa sebagian besar sampah rumah tangga sebenarnya memiliki nilai guna tinggi jika diolah dengan benar. Sisa sayuran, kulit buah, dan limbah dapur lainnya bisa disulap menjadi kompos untuk pertanian atau eco enzyme yang kaya manfaat.

“Apabila pemilahan dilakukan secara konsisten dari lingkungan kerja dan rumah tangga, kita tidak hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga menciptakan produk pendukung pertanian yang ramah lingkungan. Kesadaran kolektif inilah yang terus kita bangun bersama PLN,” jelas Anderson di hadapan peserta.

Para pegawai terlihat antusias mengikuti praktik langsung pembuatan eco enzyme, cairan serbaguna yang dihasilkan dari fermentasi sampah organik dan kini banyak digunakan sebagai pembersih alami maupun pupuk tanaman.

Keandalan Listrik Tak Hanya Soal Pelayanan

Manager PLN UP3 Tahuna, Eko Yuwono, menyampaikan bahwa kepedulian lingkungan merupakan bagian tak terpisahkan dari operasional bisnis perusahaan. Menurutnya, keandalan listrik tidak hanya diukur dari kualitas pelayanan kepada pelanggan, tetapi juga dari bagaimana PLN menjalankan operasional yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

“Melalui sosialisasi ini, kami ingin menanamkan budaya peduli lingkungan agar dimulai dari langkah sederhana, seperti memilah dan mengolah sampah organik secara benar. Kami berharap edukasi ini diterapkan secara konsisten sehingga berdampak positif bagi masyarakat maupun perusahaan,” ujar Eko.

Inisiatif PLN UP3 Tahuna ini sejalan dengan tren pengelolaan sampah berbasis komunitas yang mulai berkembang di berbagai daerah di Indonesia. Dengan mengedukasi pegawai dari unit paling depan, PLN berharap praktik baik ini bisa menular ke keluarga dan lingkungan tempat tinggal masing-masing pegawai, sehingga dampaknya meluas ke masyarakat sekitar.

Follow www.sultengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: barometer.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks